Penjelasan Mabuk Perjalanan

  • 31 Jan 2026 13:49 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Mabuk kendaraan, yang sering disebut motion sickness, merupakan kondisi yang umum terjadi ketika seseorang mengalami ketidaknyamanan fisik akibat pergerakan kendaraan, baik itu mobil, bus, kapal, pesawat, maupun kereta api. Penyebab utamanya berkaitan dengan konflik sensorik antara otak, mata, dan telinga bagian dalam.

Telinga bagian dalam memiliki organ yang disebut sistem vestibular, yang bertugas mendeteksi gerakan dan keseimbangan tubuh. Ketika kendaraan bergerak, sistem vestibular merasakan percepatan, perlambatan, atau guncangan, sementara mata mungkin hanya melihat benda yang relatif diam di dalam kendaraan, seperti buku, layar ponsel, atau interior kabin. Otak kemudian menerima informasi yang saling bertentangan: telinga memberi sinyal “kita sedang bergerak,” sedangkan mata memberi sinyal “lingkungan di sekitar stabil.” Ketidaksesuaian informasi ini menyebabkan bingung sensorik, dan tubuh merespons dengan gejala mabuk.

lik sensorik, faktor fisiologis juga berperan. Beberapa orang memiliki sistem vestibular yang lebih sensitif, sehingga lebih mudah merasa mual dan pusing saat ada gerakan kecil sekalipun. Anak-anak cenderung lebih rentan karena sistem keseimbangan mereka belum sepenuhnya matang, sementara orang dewasa mungkin mengembangkan toleransi seiring waktu.

Faktor psikologis juga dapat memperparah kondisi ini; misalnya, kecemasan atau takut perjalanan, atau bahkan membayangkan gerakan kendaraan, dapat memicu reaksi mual. Gejala yang muncul biasanya berupa mual, muntah, pusing, berkeringat dingin, pucat, hingga rasa lelah atau kantuk yang intens.

Untuk mencegah atau mengurangi mabuk kendaraan, beberapa strategi dapat diterapkan. Duduk di tempat yang paling stabil, seperti kursi depan mobil atau di tengah kapal, membantu tubuh merasakan gerakan lebih sedikit. Melihat ke arah horizon atau objek yang jauh membantu mata dan sistem vestibular “sepakat” mengenai arah gerakan.

Menghindari membaca atau menatap layar ponsel terlalu lama juga penting, karena ini memperburuk konflik sensorik. Udara segar dan ventilasi yang baik bisa menenangkan sistem saraf. Beberapa orang juga terbantu dengan minum jahe, mengunyah permen jahe, atau menggunakan obat anti-mabuk sesuai petunjuk medis. Dengan memahami mekanisme ini, seseorang dapat lebih siap menghadapi perjalanan dan mengambil langkah-langkah preventif untuk meminimalkan rasa tidak nyaman akibat mabuk kendaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....