Picky Eater pada Dewasa: Mengapa dan Bagaimana Mengatasinya

  • 29 Jan 2026 08:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Tanpa disadari, kita bisa kecanduan rasa gurih dan asin. Secara ilmiah, taste buds atau indera pengecap dapat beradaptasi terhadap paparan rasa yang terlalu kuat, terutama dari gula, natrium, MSG, dan zat aditif lainnya. Ketika paparan ini terjadi terus-menerus, sensitivitas rasa alami perlahan menurun.

Akibatnya, masakan rumahan sering terasa “kurang enak” dibandingkan makanan luar. Kondisi ini dikenal sebagai palette hijacking, yaitu saat lidah terbiasa dengan rasa intens sehingga rasa alami dianggap hambar. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menjadi salah satu akar munculnya picky eater, baik pada anak maupun orang dewasa.

Kabar baiknya, kondisi ini bisa diperbaiki. Lidah sebenarnya dapat “direset”, bukan dengan menghilangkan rasa sama sekali, melainkan dengan mengembalikan sensitivitas rasa alami. Caranya adalah dengan mulai mengonsumsi masakan rumahan yang mengurangi bumbu tinggi dan zat aditif, serta membiasakan diri membaca label komposisi makanan secara sadar.

Salah satu pilihan masakan rumahan yang bisa dicoba adalah rol kol tahu jagung, menu sederhana yang dibagikan oleh kreator TikTok @rachelahligizi dengan rasa alami namun tetap lezat.

Bahan-bahan:

5 buah tahu putih ukuran sedang

1 cangkir jagung

½ wortel, diparut

2 siung bawang putih

1 kuning telur

2 sdm tepung terigu

2 sdm tepung tapioka

Sedikit bawang bombay

1 sdt kaldu sapi non-MSG

Daun kol secukupnya

Cara Membuat:

1. Hancurkan tahu putih hingga agak halus.

2. Campurkan bawang putih, bawang bombay, jagung dan wortel ke dalam tahu yang sudah dihaluskan.

3. Masukkan tepung terigu dan tepung tapioka, lalu aduk hingga merata.

4. Tambahkan kaldu sapi non-MSG dan aduk kembali.

5. Kukus daun kol hingga lentur dan tidak kaku.

6. Ambil adonan, gulung menggunakan daun kol, lalu lipat dengan rapi.

7. Kukus kembali selama kurang lebih 15 menit hingga matang.

Melalui masakan rumahan sederhana seperti ini, kita tidak hanya menjaga asupan makanan yang lebih sehat, tetapi juga membantu lidah kembali mengenali dan menikmati rasa alami. Perlahan, kebutuhan akan rasa yang terlalu kuat pun dapat berkurang, dan hubungan kita dengan makanan menjadi lebih seimbang. (Nisrina)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....