Mitos dan Fakta: Diet Tanpa Nasi dan Gula

  • 28 Jan 2026 07:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Diet tanpa nasi dan gula telah menjadi tren populer dalam beberapa tahun terakhir, dengan banyak orang mengklaim bahwa ini adalah cara efektif untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Namun, apakah benar-benar efektif? Mari kita lihat mitos dan fakta tentang diet tanpa nasi dan gula.

Banyak anggapan bahwa ketika menjalankan diet berarti pantang untuk makan manis hingga nasi. Anggapan tersebut membuat diet menjadi terasa lebih berat. Padahal, pola makan sehat tidak selalu menghindari konsumsi karbohidrat dan gula sepenuhnya.

Menurut Elaine Hanafi, dalam unggahan di Tiktok @elainehanafi yang rutin membagikan tips-tips tentang olahraga dan info kesehatan, bahwa makan manis atau nasi tetap diperbolehkan saat diet. Namun, dengan syarat asupan tersebut diatur dan ditracking sesuai kebutuhan. Karena manusia tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi tubuh. 

“Menghilangkan karbohidrat secara total akan menurunkan stamina serta gangguan metabolisme. Sehingga, kunci utamanya yaitu pada porsi dan frekuensi konsumsi,” tambahnya.

Gula darah akan mengalami naik turun setiap makan. Kondisi ini normal selama dalam batas aman. Namun, dengan pola makan yang tidak terkontrol dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko insulin resistance. 

Ia berpesan untuk tetap mengonsumsi makanan dengan kandungan tinggi serat, protein, dan lemak sehat. Pembentukan otot melalui aktivitas fisik juga diperlukan. Otot membantu dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan mencegah risiko diabetes di kemudian hari. (Dian)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....