Indonesia Bahagia Meski Dompet Tipis

  • 24 Jan 2026 22:03 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia kembali jadi sorotan setelah sebuah riset menyebut masyarakatnya menempati peringkat pertama sebagai negara paling bahagia, meski dalam kondisi ekonomi yang tidak selalu ideal.

Topik ini pun diangkat dalam program siaran DangdutNyok RRI Pro 4 Jakarta bersama Mpok Nova. Pendengar diajak berdiskusi soal makna bahagia, apakah ditentukan oleh uang atau justru rasa cukup dan kebersamaan.

Respons yang masuk menunjukkan pandangan yang beragam, tapi tetap dekat dengan realita hidup sehari-hari. Obrolan ini menggambarkan cara masyarakat memaknai kebahagiaan dengan cara mereka sendiri.

Sejumlah penelpon menyampaikan bahwa bahagia tidak selalu identik dengan banyak uang. Salah satu penelpon Bang Hasan dari Jasinga Bogor mengatakan, “Kita nikmatin aja bang hidup ini, yang penting di rumah masih ada beras, jangan diribet-ribetin.

” Ada juga yang menegaskan bahwa kunci kebahagiaan adalah sikap menerima dan bersyukur atas keadaan. Kong Dani di Gunung Sahari “Bahagia itu terutama kita sehat, menikmati apa adanya, dan bersyukur dengan rezeki yang ada,” ujar nya. Pandangan ini memperlihatkan kuatnya nilai kesederhanaan di tengah masyarakat.

Pendapat serupa juga datang H. Buchori dari Kalideres yang menilai uang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu bahagia. “Kalau uang itu kunci kebahagiaan, belum tentu, yang penting kita bersyukur.” ungkapnya

Beda lagi dengan Haris di Jakarta Barat, yang menyempatkan menelpon sambil menunggu Istri beli kerupuk untuk menikmati mie rebus buatan istri, " Hidup akan terasa lebih ringan jika tidak berlebihan dalam keinginan. “Mintanya cukup saja, kalau kebanyakan nggak pernah puas,” Ungkap Haris. Semua ungkapan ini menekankan bahwa rasa cukup menjadi fondasi kebahagiaan.

Respons juga berdatangan melalui pesan WhatsApp dari berbagai daerah. Nia Angelia dari Rorotan Jakarta Utara menulis bahwa tanpa uang hidup terasa berat, apalagi saat cuaca hujan dan banjir.

Sementara itu, Richard Untung dari Yogyakarta menilai bahagia adalah punya uang yang dibarengi rasa syukur dan kebersamaan. Ada pula pendengar yang berpendapat uang tetap penting karena kebutuhan dasar tidak bisa dibayar dengan rasa bahagia saja. Ragam komentar ini menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan materi dan nilai batin.

Diskusi di DangdutNyok memperlihatkan bahwa kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia bersifat kontekstual dan personal. Uang diakui penting untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun tidak selalu menjadi penentu utama rasa bahagia.

Kebersamaan, kesehatan, dan sikap bersyukur masih menjadi nilai yang kuat di tengah masyarakat. Lewat interaksi hangat antara penyiar dan pendengar, RRI Pro 4 Jakarta kembali menjadi ruang berbagi cerita yang dekat dengan kehidupan nyata. Dari obrolan sederhana ini, makna bahagia terasa lebih membumi dan apa adanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....