Buah Bintaro Sebagai Pengusir Hama Tikus

  • 16 Jan 2026 10:58 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan : Buah bintaro (Cerbera manghas) telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu metode alami yang sangat efektif untuk mengusir hama tikus, baik di area perumahan maupun perkebunan. Tanaman yang sering dijadikan pohon peneduh di area perkotaan ini memiliki karakteristik buah yang berbentuk bulat lonjong dengan warna hijau saat muda dan berubah menjadi merah keunguan saat matang. Di balik tampilannya yang menarik, buah bintaro menyimpan kandungan senyawa kimia alami yang sangat ditakuti oleh hewan pengerat, menjadikannya pestisida nabati yang murah dan mudah didapat.

Kehebatan buah bintaro dalam mengusir tikus terletak pada kandungan racun alkaloid bernama cerberin. Senyawa cerberin merupakan glikosida jantung yang memiliki aroma sangat tajam dan menyengat bagi indra penciuman tikus yang sangat sensitif. Meskipun aroma ini mungkin tidak terlalu tercium oleh manusia, bagi tikus, bau tersebut merupakan sinyal bahaya yang menandakan adanya zat beracun. Tikus cenderung akan langsung menjauh dan menghindari area yang terdapat buah bintaro karena merasa terancam oleh aroma toksik tersebut.1

Selain aromanya yang mengusir, buah bintaro juga bekerja secara mekanis dan sistemik melalui rasa takut yang ditimbulkan pada tikus. Tikus adalah hewan yang sangat cerdas dan memiliki insting bertahan hidup yang kuat. Ketika mereka mencium keberadaan cerberin, sistem saraf mereka akan memberikan respon kecemasan yang luar biasa. Berbeda dengan jebakan tikus yang hanya menangkap satu individu, keberadaan buah bintaro di beberapa sudut ruangan dapat menciptakan "zona terlarang" yang membuat koloni tikus enggan bersarang di tempat tersebut dalam jangka waktu yang lama.

Cara penggunaan buah bintaro sebagai pengusir tikus tergolong sangat sederhana dan tidak memerlukan pengolahan kimia yang rumit. Anda cukup mengambil buah bintaro yang masih segar, lalu meletakkannya di tempat-tempat yang sering menjadi jalur perlintasan atau persembunyian tikus, seperti di bawah lemari, di atas plafon, atau di sudut dapur. Untuk hasil yang lebih maksimal, buah bintaro bisa dibelah menjadi dua bagian agar aroma cerberin yang ada di dalam daging buah keluar lebih kuat dan menyebar lebih cepat ke seluruh ruangan.

Namun, satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah sifat racun buah bintaro yang juga berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan. Seluruh bagian pohon bintaro, terutama biji dan getahnya, mengandung racun yang dapat mengganggu detak jantung jika tidak sengaja tertelan. Oleh karena itu, penggunaan buah ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati; pastikan letaknya jauh dari jangkauan anak-anak dan gunakan sarung tangan saat membelah buahnya agar getahnya tidak mengenai kulit yang dapat menyebabkan iritasi.

Secara keseluruhan, memanfaatkan buah bintaro merupakan langkah pengendalian hama yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan menggunakan bahan alami ini, kita dapat mengurangi ketergantungan pada racun tikus kimia yang sering kali mencemari lingkungan atau membahayakan hewan predator alami seperti kucing dan burung hantu. Selama dikelola dengan prosedur keamanan yang tepat, buah bintaro adalah solusi cerdas untuk menjaga kebersihan rumah dari gangguan tikus tanpa harus merusak ekosistem di sekitarnya. (biodiversitywarriors.kehati.or.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....