Karya Bhakti TNI AD Bedah Rumah Tak Layak Huni di Desa Jaddih
- 18 Jul 2026 23:02 WIB
- Sampang
Poin Utama
- TNI Angkatan Darat melaksanakan Karya Bhakti Skala Besar untuk rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Madura, dimulai dari Dusun Jaddih, Kabupaten Bangkalan.
- Personel Koramil Socah memulai pembongkaran dan rekonstruksi RTLH milik Ibu Maninten di Dusun Jaddih Selatan, Desa Jaddih, Kecamatan Socah pada Sabtu, 18 Juli 2026.
- Program Karya Bhakti bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu agar lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati serta mendukung kesejahteraan sosial.
RRI.CO.ID, Bangkalan - Karya Bhakti Skala Besar Madura TNI AD menyasar rumah tidak layak huni untuk diherabilitasi, salah satunya di Dusun Jaddih. Personel Koramil Socah memulai pembongkaran Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH milik Ibu Maninten di Dusun Jaddih Selatan, Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Sabtu, 18 Juli 2026.
Aksi nyata ini merupakan bagian dari program Karya Bhakti TNI Angkatan Darat yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu agar lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.
Komandan Koramil Socah, Kapten Cke Marsono, menyampaikan bahwa program rehabilitasi RTLH ini merupakan wujud kepedulian konkret TNI AD terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Melalui Karya Bhakti TNI AD, kami ingin membantu masyarakat agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan sehat. Semangat gotong royong yang terjalin selama proses pengerjaan menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam mewujudkan kesejahteraan warga," tutur Kapten Cke Marsono.
Ia juga berharap proses renovasi hunian milik Ibu Maninten tersebut dapat berjalan lancar sehingga bisa segera ditempati kembali dengan lebih nyaman oleh pihak keluarga.
Pada hari pertama pelaksanaan, progres pengerjaan fisik di lapangan tercatat sudah mencapai kisaran 15 persen. Fokus utama tim saat ini adalah merobohkan bagian-bagian bangunan lama yang sudah rapuh dan tidak aman untuk nantinya direkonstruksi ulang.
Pekerjaan di lapangan ini digarap secara kolaboratif oleh dua personel TNI yang dibantu oleh empat pekerja umum. Seluruh rangkaian kegiatan pembongkaran dilaporkan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, sekaligus menjadi cerminan kuatnya sinergi serta kemanunggalan antara jajaran TNI dan masyarakat dalam mendukung akselerasi pembangunan di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....