Dinkes Sulsel Libatkan Ibu Desa dan Lurah Jadi Ujung Tombak Cegah Stunting
- 18 Jul 2026 12:32 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan menggerakkan ibu desa dan ibu lurah agar menjadi pelopor dalam pengasuhan dan perbaikan gizi masyarakat di wilayahnya masing-masing.Demikian disampaikan Andi Nurseha, Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan lewat Dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Makassar, Jum’at, 17 Juli 2026.
Dikatakan, bahwa saat ini terdapat tiga pilar utama yang diusung dalam pencegahan stunting. Tiga pilar yang dimaksud mencakup penerapan pola asuh yang tepat, pola makan yang sesuai dengan isi piringku, dan menjaga sanitasi lingkungan. Fokus pada ibu desa dan ibu lurah dinilai strategis karena mereka memiliki akses langsung dan kedekatan dengan masyarakat di tingkat lokal.
“Tiga poin ini memang penting sekali untuk bisa diberikan kepada seluruh masyarakat untuk bisa paham jadi bukan hanya tahu tapi dia mau dan justru mampu untuk bisa mengajak masyarakat untuk bisa melakukan yang terbaik tentunya untuk anak-anak, makanya kita fokus ke ibu-ibu desa ini, ibu-ibu desa dan lurah," ujar Andi Nurseha.
Melalui pendekatan ini, Pemerintah Provinsi Sulsel bertujuan untuk menciptakan pemahaman bahwa gaya hidup sehat dan pemenuhan gizi tidak harus mahal. Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayur dan pemilihan sumber protein lokal seperti telur dan tempe menjadi alternatif yang sangat sehat dan efisien.
Strategi ini juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak. Mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, BKKBN, hingga organisasi profesi dan perguruan tinggi, semuanya dilibatkan untuk memastikan intervensi terhadap stunting berjalan maksimal.
"Edukasi yang diberikan tidak hanya sekadar pengetahuan, namun juga mendorong kemauan dan kemampuan masyarakat untuk melakukan upaya terbaik bagi tumbuh kembang anak," tambah Andi Nurseha. Upaya ini dilakukan untuk mengubah perilaku masyarakat yang sebelumnya masih menganggap bahwa produk fast food atau makanan mewah lebih bergizi.
Dengan mengintegrasikan peran kader posyandu yang didampingi oleh tenaga kesehatan dan dipimpin langsung oleh istri kepala desa atau lurah, diharapkan program pencegahan stunting ini dapat berdampak signifikan. Sinergi seluruh elemen masyarakat ini diharapkan menjadi kunci sukses dalam menekan angka stunting di Sulawesi Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....