Damkar Baubau Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Lahan

  • 17 Jul 2026 20:05 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Baubau meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kebakaran lahan menjadi kejadian yang paling sering terjadi dan mendominasi penanganan petugas selama musim kering.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, Asmin, mengatakan sejumlah wilayah telah dipetakan sebagai kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan.

"Wilayah yang paling rawan berada di Kecamatan Betoambari, terutama di Kelurahan Sulaa, Kelurahan Waborobo, hingga kawasan Simpang Lima. Hampir setiap musim kemarau, lokasi-lokasi tersebut menjadi titik yang paling sering mengalami kebakaran lahan," ujarnya,Kamis 16 Juli 2026.

Menurut Asmin, hasil evaluasi dari berbagai kejadian menunjukkan sebagian besar kebakaran bukan disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Titik api justru banyak ditemukan jauh dari badan jalan.

"Dari hasil investigasi kami, kecil kemungkinan api berasal dari puntung rokok. Penyebab yang paling dominan adalah aktivitas masyarakat yang membuka atau membersihkan lahan perkebunan dengan cara membakar," jelasnya.

Karena itu, Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan metode pembakaran saat membersihkan lahan, mengingat kondisi cuaca yang kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api hingga sulit dikendalikan.

Selain kebakaran lahan, Asmin juga menjelaskan masih banyak masyarakat yang menganggap penanganan pohon tumbang merupakan tugas utama Damkar. Padahal, secara prosedur tetap (Protap), penanganan pohon tumbang dalam konteks kebencanaan berada di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Tugas utama kami adalah penyelamatan atau rescue. Namun selama ini kami tetap membantu menangani pohon tumbang atas dasar kemanusiaan sekaligus mendukung kebijakan Wali Kota agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan cepat," katanya.

Di tengah tingginya tuntutan pelayanan, Damkar Baubau masih menghadapi keterbatasan anggaran. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan.

"Kami memang termasuk OPD dengan anggaran yang sangat terbatas. Tetapi kami selalu menekankan kepada seluruh personel agar tetap bekerja secara maksimal dengan memanfaatkan sarana yang tersedia tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat," ungkap Asmin.

Sebagai langkah pencegahan, Damkar juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah maupun tempat usaha.

"Kami telah menginstruksikan tim inspektur untuk terus menyosialisasikan pentingnya setiap rumah atau tempat usaha memiliki minimal satu unit APAR. Dengan begitu, kebakaran kecil seperti akibat tabung gas bocor dapat ditangani lebih cepat sebelum petugas tiba," jelasnya.

Tidak hanya itu, Damkar Kota Baubau juga tengah menyusun regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang akan memperketat aspek keselamatan kebakaran pada bangunan usaha.

Dalam rancangan tersebut, setiap ruko maupun bangunan usaha baru diwajibkan memenuhi standar sistem proteksi kebakaran dan memperoleh rekomendasi dari Damkar sebelum mendapatkan izin mendirikan bangunan atau izin berusaha.

Asmin juga mengajak camat, lurah, hingga ketua RT/RW untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, pemerintah kelurahan diminta mengoptimalkan keberadaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi dini apabila terjadi kebakaran.

"Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, kami berharap kejadian kebakaran, khususnya saat musim kemarau, dapat ditekan semaksimal mungkin. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kebakaran terjadi," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....