Cegah PMK, 500 Ekor Sapi di Baubau Tuntas Divaksin
- 16 Jul 2026 19:23 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menuntaskan pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di wilayah Kota Baubau.
Selama hampir tiga pekan, petugas menyisir sejumlah kandang sapi yang tersebar di delapan kecamatan untuk memberikan vaksin sebagai langkah pencegahan penyebaran PMK. Sebanyak 500 dosis vaksin berhasil disuntikkan kepada 500 ekor sapi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Jusriati, mengatakan vaksinasi tahun ini diprioritaskan untuk sapi karena jumlah populasinya lebih besar dibandingkan kambing. Selain itu, alokasi vaksin dari pemerintah pusat juga masih terbatas.
| Baca juga: Kabupaten Buteng Surplus Sapi dan Kambing |
"Berdasarkan alokasi dari pemerintah pusat, Kota Baubau hanya menerima 500 dosis vaksin PMK. Karena jumlah tersebut belum mencukupi untuk seluruh populasi ternak, maka vaksinasi diprioritaskan bagi sapi," ujarnya,Kamis 16 Juli 2026.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, populasi sapi di Kota Baubau saat ini mencapai 1.141 ekor yang tersebar di delapan kecamatan. Sementara itu, populasi kambing tercatat sebanyak 805 ekor.
Meski hingga kini Kota Baubau masih bebas dari kasus Penyakit Mulut dan Kuku, Jusriati menegaskan vaksinasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi. Menurutnya, Kota Baubau merupakan daerah terbuka dengan lalu lintas ternak yang cukup tinggi, baik melalui jalur darat maupun laut, sehingga memiliki potensi masuknya penyakit dari daerah lain.
Untuk pemberian vaksin dosis lanjutan, pihaknya masih menunggu informasi dan alokasi tambahan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir membeli ternak maupun mengonsumsi daging yang beredar di Kota Baubau. Pasalnya, pengawasan terhadap lalu lintas dan kesehatan ternak terus diperketat sehingga ternak yang diperjualbelikan dipastikan dalam kondisi sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....