Satgas MBG Baubau Perkuat Pengawasan, Tinjau Dapur dan Sekolah

  • 17 Jul 2026 15:40 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Stakeholder terkait memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) MBG.

Satgas dibentuk untuk memastikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), distribusi makanan, hingga kesiapan sekolah penerima manfaat berjalan lancar dan setiap kendala dapat segera ditangani.

Wakil Ketua Satgas MBG Kota Baubau, La Ode Aswad usai memimpin peninjauan di dapur SPPG Betoambari Lipu 01 dan SD Negeri 11 Baubau, Jumat, 17 Juli 2026 mengatakan pemerintah daerah bertugas memfasilitasi penyelesaian berbagai hambatan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan program.

Tim Satgas MBG Kota Baubau Saat Meninjau Pembagian MBG di SDN 11 Baubau atau SDN 1 Katobengke pada Jumat, 17 Juli 2026 (Foto: RRI)

"Mulai dari operasional dapur SPPG, aspek keamanan di sekitar lokasi, hingga kesiapan sekolah menjadi perhatian pemerintah bersama camat dan lurah agar program prioritas nasional tersebut dapat berjalan tanpa kendala," ujarnya

Selain memastikan operasional SPPG, lajut La Ode Aswad, satgas juga meninjau kesiapan satuan pendidikan, termasuk penyediaan ruang transit makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Komitmen kepala sekolah dan guru menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan MBG.

"Setiap kendala yang ditemukan di lapangan akan dihimpun dan dilaporkan untuk segera ditindaklanjuti. Sehingga MBG sebagai Program Strategis Nasional dan bagian dari dari Asta citra presiden dapat berjalan dengan optimal," imbuhnya.

Tim Satgas MBG Kota Baubau Saat Meninjau MBG di SPPG Betoambari Lipu 01 Baubau pada Jumat, 17 Juli 2026 (Foto: RRI)

Sementara itu, Koordinator wilayah SPPG Kota Baubau, Hamirudin, menilai pembentukan Satgas MBG menjadi bukti kuat dukungan Pemerintah Kota Baubau terhadap pelaksanaan MBG.

Menurutnya, keberadaan Satgas akan mempermudah pengawasan, monitoring, dan evaluasi program sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, BGN, dan pengelola SPPG.

"Semoga SPPG di Kota Baubau semakin berbenah, terus memperbaiki kekurangan-kekurangan di lapangan, dan koordinasi antar sektor semakin baik. Harapannya dari segi penerima manfaat tidak ada lagi anak sekolah atau kelompok 3B yang tidak mendapatkan manfaat MBG," imbuhnya.

Hamirudin menyebutkan sejak dimulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2026, layanan MBG telah kembali berjalan, meski di sejumlah sekolah pelaksanaannya masih menyesuaikan dengan tahapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Pemerintah Kota Baubau dan BGN berharap kolaborasi melalui Satgas dapat memastikan layanan MBG semakin optimal dan menjangkau seluruh penerima manfaat di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....