Gas Metana Ancam Kebakaran TPA Makassar di Musim Kemarau
- 15 Jul 2026 20:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Musim kemarau panjang meningkatkan risiko kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Makassar. Tumpukan gas metana dari sampah menjadi pemicu utama ancaman tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Alamsyah Thalib, AP., M.Si., menjelaskan cuaca panas identik dengan kerawanan kebakaran. Ia menyampaikan hal itu dalam program Dialog Kentongan RRI Pro 1 Makassar, Selasa, 14 Juli 2026.
Alamsyah mengungkapkan percikan api kecil saja dapat berkembang menjadi kebakaran besar saat musim kemarau. "Karena sedikit saja ada percikan api maka akan muncul api yang besar," ungkap Alamsyah Thalib, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, dalam Dialog Kentongan RRI Pro 1 Makassar, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan tumpukan sampah di TPA menghasilkan gas metana yang mudah terbakar. Sedikit saja pemicu dari luar, gas tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran besar.
"Di situ juga ada gas metan, jadi dari tumpukan sampah tersebut ada gas yang sedikit saja pemicunya maka bisa akan terjadi kebakaran," jelas Alamsyah.
Alamsyah mengingatkan kejadian kebakaran TPA Makassar beberapa tahun lalu sebagai pelajaran penting. Petugas saat itu membutuhkan waktu hampir sepekan untuk memadamkan api sepenuhnya.
"Kurang lebih seminggu kita memadamkan TPA Makassar saat itu, dengan melibatkan seratus lima puluh personel setiap harinya," kata Alamsyah.
Kebakaran serupa juga masih terjadi di TPA Jati Waringin, Jawa Barat, hingga membutuhkan bantuan helikopter pemadam. Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait di Makassar.
Selain faktor cuaca, kelalaian manusia seperti puntung rokok dari aktivitas pemulung turut memperbesar risiko. Gas metana yang menumpuk juga berpotensi mengalami pembakaran sendiri akibat panas.
Pemerintah Kota Makassar merespons ancaman ini dengan kebijakan pemilahan sampah sebelum dibuang ke TPA. Langkah tersebut diharapkan menekan produksi gas metana secara bertahap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....