Tolitoli Pertahankan Surplus Beras Berkat Sinergi TNI-Polri

  • 16 Jul 2026 13:07 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Kabupaten Tolitoli kembali menunjukkan kinerja positif di sektor pertanian dengan mempertahankan status sebagai daerah surplus pangan, khususnya komoditas beras. Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura bersama jajaran TNI dan Polri dalam mendampingi para petani di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli, Arsad Hi. Syamsudin, SP, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif "Tolitoli Menyapa" di Studio RRI Tolitoli, Kamis (9/7/2026). Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Arsad mengungkapkan, pada tahun 2025 Kabupaten Tolitoli berhasil memproduksi sekitar 67.000 ton beras, sehingga mencatat surplus sekitar 11.000 ton. Capaian tersebut terus berlanjut hingga tahun 2026, dimana hingga Juni 2026 daerah ini kembali mencatat surplus sekitar 2.000 ton beras.

"Apresiasi ini kami sampaikan karena melalui sinergitas yang berjalan, capaian kita luar biasa. Pada tahun 2025, produktivitas beras kita mencapai 67.000 ton sehingga kita mengalami surplus hingga 11.000 ton. Tren positif ini berlanjut di tahun 2026, di mana posisi per Juni kita sudah surplus kurang lebih 2.000 ton beras," ujar Arsad.

Ia menjelaskan, berbagai program strategis terus dijalankan bersama TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan Polri. Bentuk kerja sama tersebut meliputi program cetak sawah baru, rehabilitasi jaringan irigasi, pompanisasi, hingga peningkatan mekanisasi pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian seperti hand traktor serta rotavator.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus menyalurkan bantuan benih padi dan jagung kepada petani untuk mendukung musim tanam tahun 2026. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Tolitoli.

Tidak hanya berfokus pada produksi beras, Pemerintah Kabupaten Tolitoli juga mulai mempersiapkan dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

"Kami sudah meluncurkan program pemanfaatan pekarangan untuk mendukung MBG. Saat ini ada 15 kelompok tani di Kecamatan Galang, tepatnya di Desa Kinapasan, kalangkangan, dan Tinigi, yang kami fasilitasi sarana produksinya, mulai dari benih sayur, buah, hingga pupuk," jelas Arsad.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap kebutuhan beras, sayuran, dan buah-buahan untuk mendukung pelaksanaan MBG dapat dipenuhi dari hasil produksi petani lokal. Dengan demikian, program tersebut tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani di Tolitoli.

Arsad mengimbau seluruh petani agar tetap mematuhi jadwal tanam yang telah disepakati bersama untuk mengoptimalkan hasil panen. Ia juga mengingatkan bahwa pupuk bersubsidi merupakan barang yang berada dalam pengawasan ketat aparat penegak hukum sehingga hanya dapat disalurkan kepada petani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Langkah tersebut dinilai penting agar distribusi bantuan tepat sasaran dan mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan secara berkelanjutan di Kabupaten Tolitoli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....