Kodim 1305/BT Perkuat Sinergi Dukung Ketahanan Pangan

  • 16 Jul 2026 13:03 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Komando Distrik Militer (Kodim) 1305/Buol Tolitoli menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional di wilayah Kabupaten Tolitoli dan Buol. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendampingan kepada petani, pengawasan distribusi bantuan pertanian, hingga pengembangan sektor peternakan sebagai contoh bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1305/Buol Tolitoli, Kapten Infanteri Roy, mewakili Dandim 1305/BT, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif "Tolitoli Menyapa" di Studio RRI Tolitoli, Kamis (9/7/2026).

Dalam dialog tersebut, Kapten Inf. Roy menjelaskan bahwa keterlibatan TNI di sektor pertanian memiliki dasar hukum yang jelas melalui tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yakni membantu pemerintah daerah dalam berbagai aspek pembangunan, termasuk menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Menurutnya, ketahanan pangan memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan stabilitas keamanan negara. Apabila ketersediaan pangan terganggu, maka berpotensi memicu berbagai persoalan sosial yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

"Pangan ini merupakan salah satu poin yang apabila tidak stabil dapat memicu permasalahan di bawah dan merusak stabilitas nasional. Oleh karena itu, petinggi TNI mengambil kebijakan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan Polri dalam mendukung tercapainya ketahanan pangan," ujar Kapten Inf. Roy.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kodim 1305/BT mengerahkan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mendampingi petani bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Babinsa tidak hanya membantu optimalisasi lahan pertanian, tetapi juga mengawal penyaluran bantuan pemerintah agar tepat sasaran serta mengawasi distribusi pupuk bersubsidi sehingga tidak terjadi penyalahgunaan.

Kapten Inf. Roy juga mengungkapkan capaian program perluasan lahan pertanian di wilayah binaan. Di Kabupaten Buol, program cetak sawah telah mencapai sekitar 1.000 hektare sejak beberapa tahun terakhir dan kini sebagian besar telah memberikan hasil melalui dua kali musim panen. Sementara itu, di Kabupaten Tolitoli, luas cetak sawah yang terealisasi pada tahun lalu mencapai sekitar 130 hektar.

Meski menunjukkan perkembangan positif, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Di antaranya adalah keterbatasan infrastruktur irigasi di beberapa wilayah pertanian serta adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap alih fungsi lahan rawa sagu menjadi area persawahan.

Selain fokus pada sektor pertanian, Kodim 1305/BT juga mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar mampu meningkatkan kemandirian pangan. Program tersebut telah berjalan sekitar satu tahun dan terus menghasilkan telur sebagai bukti bahwa pemanfaatan lahan secara produktif dapat memberikan nilai ekonomi.

"Di Kodim sendiri, kami memberikan contoh dengan membuat kandang ayam petelur yang sudah berjalan kurang lebih satu tahun dan aktif menghasilkan telur," tambah Kapten Inf. Roy.

Mengakhiri dialog, Kapten Inf. Roy mengajak masyarakat, khususnya para petani, untuk terus memanfaatkan lahan pertanian maupun pekarangan rumah secara optimal tanpa harus selalu bergantung pada bantuan pemerintah. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila menemukan dugaan penyalahgunaan bantuan sarana produksi pertanian (saprodi), sehingga program pemerintah benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh para petani yang berhak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....