Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Bagian dari Implementasi Asta Cita P

  • 14 Jul 2026 23:34 WIB
  •  Jambi
Poin Utama
  • Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
  • Program KDMK dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI)
  • KDMK angkatan kedua diikuti oleh 434 kepala desa dari 291 kecamatan di 149 kabupaten dan 32 provinsi
  • Kepala desa akan dibekali kemampuan manajerial hingga teknis, termasuk administrasi serta cara berpikir inovatif dan kreatif

RRI.CO.ID, Jambi - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

Program KDMK dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), sebagai bagian upaya untuk mendorong partisipasi kepala desa dalam memajukan wilayahnya sekaligus membendung urbanisasi masyarakat. KDMK angkatan kedua diikuti oleh 434 kepala desa dari 291 kecamatan di 149 kabupaten dan 32 provinsi di seluruh Indonesia, yang dilaksanakan mulai tanggal 13–16 Juli 2026.

Mendagri menjabarkan tiga hal penting yang telah dilakukan pemerintah guna memperkuat pemerintahan desa. Dari sisi regulasi, terdapat Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai payung hukum paradigma pemerataan pembangunan. Kemudian, pembentukan kementerian khusus yang mengurusi desa sebagai bagian dari penguatan kelembagaan. Selain itu, penyediaan dana desa sebagai bentuk penguatan anggaran sekaligus mengurangi ketimpangan antara desa dan kota.

"Sekali lagi tujuannya adalah untuk mendorong agar desa lebih berkembang dan kemudian bisa membuka lapangan kerja, memberikan kontribusi ekonomi, serta memberikan keleluasaan supaya desa mandiri secara keuangan," ujarnya.

Melalui program KDMK, para kepala desa akan dibekali kemampuan manajerial hingga teknis, termasuk administrasi serta cara berpikir inovatif dan kreatif. Mendagri menambahkan, KDMK juga bertujuan menyamakan kemampuan dan kompetensi kepala desa di Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang, tetapi memiliki tugas yang sama, yakni mengelola desa serta memajukan masyarakatnya.

Adapun pemilihan UI sebagai mitra KDMK karena kampus tersebut merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Mendagri berharap para kepala desa dapat meningkatkan kompetensi sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....