Kualitas Layanan dan Tepat Sasaran Menjadi Fokus Utama BGN
- 06 Jun 2026 08:47 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah arah pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Di bawah kepemimpinan baru, BGN menyatakan tidak lagi berfokus mengejar target 82 juta penerima manfaat pada tahun ini, melainkan memprioritaskan kualitas layanan dan ketepatan sasaran program.
Nanik Sudaryati Deyang yang akan dilantik oleh Presiden Prabowo pada Senin, 6 Juni 2026 sebagai Kepala BGN, mengatakan lembaganya tidak akan lagi menjadikan pencapaian target 82 juta penerima manfaat sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo itu.
Nanik berujar, jajaran pimpinan baru BGN telah menyampaikan langsung kepada presiden soal mereka ingin mengalihkan fokus dari kuantitas menuju kualitas program. "Kami bertiga dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan kepada beliau tahun ini mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas. Kami akan perbaiki kualitas," kata Nanik.
Ia mengatakan perubahan fokus tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya pembenahan tata kelola dan efisiensi anggaran di lingkungan BGN. Karena itu, perluasan jumlah penerima manfaat tidak lagi menjadi ukuran utama keberhasilan program.
"Bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi," ujarnya.
Nanik menjelaskan BGN juga akan melakukan penataan ulang penerima manfaat agar anggaran lebih tepat sasaran. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah mengurangi cakupan program di sekolah-sekolah yang dinilai berasal dari kelompok ekonomi mampu dan mengalihkan sumber daya ke wilayah yang lebih membutuhkan.
"Kalau ada sekolah-sekolah yang mahal, kita tanya apakah masih perlu MBG. Nah, ini kan kita alihkan ke 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan)," tambahnya.
Menurut Nanik, pendekatan tersebut memungkinkan jumlah penerima manfaat tetap bertambah tanpa harus terus memperluas cakupan secara merata ke seluruh wilayah. Sebaliknya, program akan difokuskan kepada kelompok yang memiliki risiko masalah gizi lebih tinggi. Kelompok yang sangat membutuhkan itu adalah masyarakat di 3T serta kelompok yang disebut sebagai 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....