Badan Gizi Nasional Kaji Peluang Program Makan Bergizi Gratis di Arab Saudi

  • 02 Jun 2026 16:42 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Badan Gizi Nasional (BGN) mengkaji peluang penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Arab Saudi, untuk menjangkau anak-anak Indonesia yang bersekolah di Jeddah, yang mayoritas merupakan anak pekerja migran Indonesia (PMI). Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan bahwa penjajakan tersebut dilakukan setelah dirinya mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah. Dadan berada di Arab Saudi karena menjadi jemaah haji reguler pada musim haji tahun ini.

Menurut Dadan, apabila mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto, pelaksanaan program makan bergizi gratis di Jeddah akan dijajaki. Program itu juga berpotensi menjadi implementasi perdana MBG di luar negeri.

Dadan menjelaskan gagasan menghadirkan program MBG di Arab Saudi muncul setelah menerima aspirasi langsung dari para siswa Sekolah Indonesia Jeddah. Menurutnya, para siswa cukup mengikuti perkembangan berbagai program pemerintah di Indonesia, termasuk MBG. Menurutnya banyak siswa menyampaikan keinginan untuk merasakan manfaat program yang sama seperti yang diterima teman-teman mereka di tanah air.

Dari hasil kunjungan tersebut, Dadan menilai terdapat potensi yang cukup besar untuk mengembangkan layanan pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia di Arab Saudi. Saat ini, Sekolah Indonesia Jeddah memiliki sekitar 1.080 siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga PMI. Selain itu, terdapat pula Sekolah Indonesia Makkah yang menampung sekitar 400 siswa.

Menurut Dadan, antusiasme siswa dan tenaga pendidik cukup tinggi terhadap kemungkinan hadirnya program tersebut. Meski kunjungannya berlangsung pada masa libur sekolah, ratusan siswa dan puluhan guru tetap hadir untuk menyambut kedatangannya.

Dadan menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG di luar negeri pada prinsipnya tidak berbeda jauh dengan mekanisme yang diterapkan di Indonesia.

Namun, karena lokasi program berada di luar wilayah Indonesia, diperlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, terutama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Menurut Dadan, model kemitraan yang digunakan untuk mengoperasikan SPPG juga akan mengacu pada pola yang sudah diterapkan di dalam negeri.

Untuk menu makanan yang nantinya disajikan akan disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan bahan pangan di Arab Saudi. BGN membuka kemungkinan penggunaan kombinasi menu lokal Timur Tengah dan makanan khas Indonesia agar tetap memenuhi standar gizi sekaligus sesuai dengan preferensi siswa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....