Hikmah Mengingat Kematian dalam Islam

  • 14 Jul 2026 08:53 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Mengingat kematian bukanlah ajakan untuk takut menjalani hidup, melainkan menjadi pengingat agar setiap Muslim mempersiapkan diri dengan amal terbaik sebelum menghadap Allah . Pesan tersebut disampaikan Ahmad Hanafi, S.E.I., M.E., dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palangka Raya, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Ahmad Hanafi, setiap manusia mengetahui bahwa kematian pasti akan datang, namun tidak semua menjalani hidup dengan kesadaran akan kepastian tersebut. Kesibukan mengejar urusan dunia sering membuat seseorang lupa bahwa setelah kehidupan di dunia masih ada kehidupan akhirat yang harus dipertanggungjawabkan.

Ia mengutip firman Allah bahwa kematian yang dihindari manusia tetap akan menemuinya."Menghadap Allah dalam keadaan seperti apa? Apakah dalam keadaan beriman, membawa amal saleh, atau justru masih memiliki amanah yang belum ditunaikan dan utang yang belum diselesaikan," ucapnya.

Kematian pasti datang, tetapi kita tidak pernah mengetahui kapan waktunya," ujar Ahmad Hanafi.Ia menjelaskan, hikmah pertama mengingat kematian adalah mendorong seseorang untuk segera bertobat.

Menurutnya, manusia sering menunda perbaikan diri dengan alasan menunggu usia tua, pensiun, atau saat pekerjaan telah longgar. Padahal tidak ada yang mampu menjamin seseorang masih memiliki kesempatan hingga masa tersebut.

"Tobat, harus disertai penyesalan atas kesalahan, memperbaiki diri, dan bertekad tidak mengulanginya," katanya. Hikmah berikutnya adalah menjaga lisan dan perbuatan.

Ahmad Hanafi mengingatkan bahwa di era digital, ucapan tidak hanya berupa perkataan, tetapi juga tulisan di media sosial yang akan dimintai pertanggungjawaban. "Kalau hari ini adalah hari terakhir kehidupan kita, apakah kita masih ingin bertengkar karena hal-hal kecil, menyebarkan berita yang belum jelas, atau menunda meminta maaf kepada orang lain," ujarnya.

Selain itu, mengingat kematian juga menumbuhkan sikap jujur dan amanah. Ahmad Hanafi menegaskan, seseorang yang sadar bahwa hidupnya akan berakhir tidak akan mudah berbuat curang, karena menyadari tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan Allah . Kesadaran inilah yang diharapkan menjadi bekal untuk menjalani kehidupan dunia secara bertanggung jawab sekaligus mempersiapkan kehidupan akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....