Kelestarian Terumbu Karang Perlu Dijaga
- 13 Jul 2026 16:45 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pendiri Aceh Aquatic Youth, Ibnu Husada, S.Pi Ibnu Husada mengingatkan wisatawan agar lebih bijak saat beraktivitas di kawasan laut, khususnya di Sabang. Menurutnya, sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele justru dapat mempercepat kerusakan ekosistem terumbu karang. Hal itu disampaikannya dalam dialog Green Radio RRI Banda Aceh, Sabtu 11 Juli 2026.
Ibnu mengatakan, kerusakan terumbu karang tidak hanya disebabkan oleh penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, tetapi juga oleh aktivitas wisata bahari yang kurang memperhatikan kelestarian ekosistem. Ia menilai edukasi kepada wisatawan perlu terus ditingkatkan.
"Memang terumbu karang mengalami kerusakan. Salah satunya saya sering melihat wisatawan yang mencoba discover diving memegang terumbu karang dan anemon, padahal itu tidak boleh. Penggunaan sunscreen biasa juga bisa merusak ekosistem laut karena butirannya menutupi permukaan terumbu karang. Banyak orang mengira terumbu karang itu benda mati, padahal sebenarnya hidup," jelas Ibnu.
Ia menjelaskan, kondisi terumbu karang yang rusak umumnya ditandai dengan patah, mengalami bleaching atau pemutihan, hingga mati. Kerusakan tersebut juga dipicu oleh aktivitas menginjak terumbu karang dan praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.
Ibnu berharap masyarakat dan wisatawan semakin memahami pentingnya menjaga ekosistem laut dengan mematuhi aturan saat berwisata. Ia mengatakan, kepedulian setiap individu menjadi penting untuk menjaga kelestarian terumbu karang.
"Terumbu karang bukan sekadar daya tarik wisata, tetapi juga penopang kehidupan ekosistem laut. Karena itu, kepedulian setiap wisatawan dan masyarakat menjadi langkah sederhana yang berdampak besar bagi kelestariannya." ujar Ibnu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....