Yayasan Sorce Terapkan Metode “Coral Nursery” untuk Pulihkan Terumbu

  • 30 Apr 2026 18:42 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO,ID, Banda Aceh – Upaya pemulihan ekosistem laut terus dilakukan berbagai pihak, salah satunya melalui metode restorasi terumbu karang yang diterapkan Yayasan Sorce Konservasi Indonesia, termasuk di Aceh.

Marine Conservation Scientist Yayasan Sorce, Raja Adityya, menjelaskan pihaknya saat ini fokus pada dua ekosistem utama, yakni terumbu karang dan mangrove, dengan pendekatan konservasi berbasis pemulihan.

“Untuk terumbu karang, kami menggunakan metode coral nursery atau pembibitan karang,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu 25 April 2026.

Ia menjelaskan, metode tersebut dilakukan dengan cara menyelamatkan fragmen karang yang rusak namun masih hidup, kemudian ditempatkan pada media pembibitan khusus di laut.

Media tersebut berbentuk seperti struktur menyerupai pohon atau jemuran, yang berfungsi sebagai tempat tumbuh sementara bagi karang sebelum dikembalikan ke habitat aslinya.

“Karang yang patah atau terlepas dari dasar laut masih bisa diselamatkan. Kami ambil, lalu ditempatkan di media pembibitan untuk dirawat,” katanya.

Selama proses pembibitan, karang-karang tersebut dipantau secara berkala, dibersihkan, serta dijaga kesehatannya agar dapat tumbuh dengan optimal.

Perawatan dilakukan dalam jangka waktu panjang hingga karang mencapai ukuran dan kondisi yang cukup kuat untuk ditransplantasikan kembali ke dasar laut.

“Setelah tumbuh besar dan sehat, karang tersebut nantinya bisa dikembalikan ke habitatnya untuk membantu memulihkan ekosistem,” ujarnya.

Metode ini dinilai efektif dalam mempercepat pemulihan terumbu karang yang mengalami kerusakan akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Raja menambahkan, upaya restorasi seperti ini membutuhkan konsistensi dan dukungan berbagai pihak agar hasilnya berkelanjutan.

Ia berharap metode serupa juga dapat diterapkan di wilayah lain, termasuk Aceh, yang memiliki potensi terumbu karang besar namun juga menghadapi ancaman kerusakan. “Konservasi ini bukan pekerjaan singkat, tapi investasi jangka panjang untuk menjaga ekosistem laut tetap lestari,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....