Disbudpar Kota Semarang Geliatkan Sektor Pariwisata Lewat Festival Desa Wisata
- 12 Jul 2026 09:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus menggeliatkan kunjungan ke desa wisata. Pasalnya potensi unggulan daerah desa wisata di Kota Semarang dapat menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Salah satu upayanya dengan menggelar Festival Desa Wisata (Deswita Fest) 2026 di Bumi Perkemahan Harda Walika, Jatirejo, Gunungpati, Sabtu 11 Juli 2026. Deswita ini untuk menunjukkan ragam budaya dan kesenian yang dimiliki desa wisata,
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan jumlah desa wisata di Kota Semarang ada sebanyak 13, sedangkan yang berkesempatan ditampilkan dalam Deswita Fest kali ini ada 11 desa wisata dengan menampilkan ragam kesenian dan produknya terbaiknya masing-masing.
Iin sapaan akrab Indriyasari menyebutkan, ada belasan desa wisata di Kota Semarang yang terbentuk. Namun data yang masuk di Kementrian Pariwisata dan mememiliki data lengkap baru ada satu desa wisata.
"Memang data yang muncul baru ada satu desa wisata, sehingga harapannya setelah adanya event deswita fest ini nantinya kami bisa untuk melengkapi data -data yang diminta oleh pusat. Seperti di antaranya terkait video profil, atraksi, dan story tellingnya," ucapnya.
Iin mengungkapkan untuk menggeliatkan kunjungan ke desa wisata, pihaknya akan melengkapi gedung Tourism Information Centre (TIC) di kelurahan Jatirejo. Kedepan, desa wisata Jatirejo akan dikembangkan sebagai desa wisata Ramah Muslim.
Tahun 2026 ini, diakui Iin memang belum ada rintisan desa wisata baru yang mandiri seperti Kandri. "Namun, harapannya, kedepannya akan ada 10 desa wisata baru yang diupayakan agar bisa menjadi desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan,"ujarnya.
Iin menambahkan, saat ini Disbudpar juga meningkatkan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk belasan desa wisata yang dikembangkan. Sehingga ketika ada kunjungan dari turis mancanegara, SDMnya telah di siapkan.
"Kini mulai dikunjungi wisatawan tak hanya dari sekitar Semarang, tetapi juga dari luar negeri. Dalam waktu dekat ini juga akan ada kunjungan dari Perancis yang mendatangkan sejumlah penulis untuk tinggal beberapa hari di desa wisata. Paling banyak kunjungan wisata masih dipegang desa wisata Kandri. Untuk itu kami tengah membuat rintisan baru seperti desa wisata Kandri,"katanya

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Semarang, Wing Wiyarso
Poespojoedho menambahkan, Deswita Fest 2026 ini merupakan upaya strategis pemerintah kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang untuk menggali potensi desa wisata. Tentunya, menampilkan beragam budaya dan kearifan lokal masing -masing desa wisata.
"Agar menarik wisatawan untuk berkunjung. Sekaligus terus meningkatkan jumlah kunjungan dan nantinya juga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat yang ada di desa wisata,"ucapnya.
Menurutnya, perkembangan desa wisata di Kota Semarang menunjukkan positif. Desa wisata juga menjadi salah satu penyumbang kunjungan wisata di Kota Semarang. Sementara untuk Festival Desa Wisata 2026, ia menilai kualitas seluruh peserta semakin meningkat sehingga persaingan berlangsung sangat ketat.
“Hampir semua peserta memiliki nilai yang tipis. Kualitasnya juga sangat baik sehingga seluruh desa wisata yang mengikuti festival ini tampil luar biasa. Ini membuktikan bahwa desa-desa wisata di Kota Semarang terus berkembang dan semakin maju,” katanya.
Festival Desa Wisata, kata dia, bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk bersama-sama membesarkan desa wisata sebagai salah satu penggerak sektor pariwisata di Kota Semarang.
“Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terus kami dorong karena mampu memberdayakan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Semarang yang semakin hebat melalui potensi wisata yang dimiliki setiap wilayah,” ujarnya.

Pada Festival Desa Wisata Kota Semarang 2026, terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni kategori Video dan Administrasi, Stan Pameran, serta Atraksi Seni dan Budaya. Pada kategori Video dan Administrasi, Juara I diraih Desa Wisata Kampoeng Djadhoel, Juara II Desa Wisata Pudakpayung, dan Juara III Desa Wisata Jatirejo.
Sementara pada kategori Stan Pameran, Juara I diraih Desa Wisata Sawah Tambangan, Juara II Desa Wisata Jatirejo, dan Juara III Desa Wisata Kampoeng Djadhoel. Adapun pada kategori Atraksi Seni dan Budaya, Juara I diraih Desa Wisata Sawah Tambangan, Juara II Desa Wisata Kampoeng Djadhoel, dan Juara III Desa Wisata Kandri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....