Kementerian Haji Buka Peluang, Baubau Siap Pasok Ikan ke Arab Saudi

  • 12 Jul 2026 08:00 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Peluang ekspor produk perikanan Kota Baubau ke Arab Saudi semakin terbuka setelah Kementerian Haji dan Umrah RI menjajaki kerja sama penyediaan kebutuhan pangan bagi jemaah haji Indonesia di Kota Baubau.

Pemerintah Kota Baubau pun mulai mempersiapkan pelaku usaha perikanan agar mampu memenuhi standar ekspor, mulai dari kelengkapan administrasi hingga penguatan rantai dingin (cold chain).

Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Yulia Widiarti, mengatakan penjajakan tersebut menjadi peluang besar bagi sektor perikanan daerah. Menurutnya, Menteri Haji dan Umrah RI, K.H. Mochamad Irfan Yusuf, menginginkan kebutuhan pangan jemaah haji, termasuk produk perikanan, dapat dipenuhi dari hasil produksi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan pelaku usaha dalam negeri.

"Selama ini produk perikanan kita sudah banyak dipasarkan ke luar daerah, tetapi belum banyak yang diekspor langsung. Baru komoditas ubur-ubur yang pernah menembus pasar ekspor. Ini menjadi momentum agar pelaku usaha perikanan Baubau naik kelas," ujarnya usai mendampingi kunjungan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf di Unit Pengolahan Ikan (UPI) Processing Tuna Loin, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Sabtu, 11 Juli 2026.

Yulia menjelaskan, kendala utama pelaku usaha bukan pada ketersediaan ikan, melainkan akses pasar dan koneksi dengan pembeli di luar negeri. Melalui fasilitasi Kementerian Haji dan Umrah RI, hambatan tersebut diharapkan dapat teratasi sehingga pemerintah daerah kini fokus mendampingi pelaku usaha melengkapi seluruh persyaratan administrasi ekspor.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf Bersama Rombongan di Dampingi Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Yulia Widiarti Saat Meninjau Unit Pengolahan Ikan (UPI) Processing Tuna Loin di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sabtu, 11 Juli 2026. (Foto: RRI)

Selain itu, Dinas Perikanan juga memperkuat infrastruktur rantai dingin agar pasokan ikan tetap terjaga kualitasnya. Menurutnya, keberadaan UPI Tuna Loin, fasilitas penyimpanan berpendingin, serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menjadi modal penting untuk memenuhi permintaan dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

Penguatan infrastruktur itu juga didukung pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Sulaa, Bone-Bone, dan Lowu-Lowu yang telah memasuki tahap pelaksanaan. Seluruh kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas rantai dingin untuk mendukung aktivitas nelayan dan pelaku usaha.

Yulia optimistis Baubau mampu menjadi pusat pengumpulan hasil perikanan dari wilayah Kepulauan Buton. Apabila kerja sama ekspor ke Arab Saudi terealisasi, pasokan ikan tidak hanya berasal dari Kota Baubau, tetapi juga didukung daerah penghasil ikan seperti Kabupaten Buton dan Buton Selatan sebelum dikirim melalui Baubau.

"Visi jangka panjang Kota Baubau adalah menjadi hub maritim. Karena itu kami terus memperkuat fasilitas penyimpanan, meningkatkan kapasitas nelayan dan pelaku usaha, serta menyiapkan seluruh persyaratan agar Baubau siap memasuki pasar ekspor dan menjadi pintu pemasaran hasil perikanan di Kepulauan Buton," kata Yulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....