Aktivitas Gunung Meningkat, Warga KRB Merapi Tingkatkan Kewaspadaan

  • 11 Jul 2026 08:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten- Seiring meningkatnya aktivitas Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB) lereng merapi Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten kini juga meningkatkan kewaspadaan. Meskipun sampai saat ini mereka masih tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Koordinator Relawan Desa Tegalmulyo Subur mengatakan sejauh ini belum ada dampak yang terjadi dari adanya peningkatan aktivitas merapi tersebut seperti halnya hujan abu.

Namun demikian untuk mengetahui perkembangan Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta tersebut warga terus memantau informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta ataupun dari BPBD Klaten.

“Betul sekali aktivitas merapi beberapa hari ini meningkat. Namun untuk dampak di wilayah desa Tegalmulyo tidak berdampak karena arahnya ke barat daya,” kata Subur, Jum'at 10 Juli 2026.

Selain memantau perkembangan aktivitas Merapi, pihaknya juga terus melakukan pemantauan secara ketat jalur pendakian Gunung Merapi melalui Pos Sapuangin Tegalmulyo. Agar tidak digunakan untuk jalur pendakian.

Koordinator Relawan Kebencanaan Desa Sidorejo Kemalang Klaten Sukiman juga membenarkan meningkatnya aktivitas Gunung Merapi. Namun sampai saat ini aman terkendali dan masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Namun dirinya juga merasa prihatin dengan adanya perkembangan aktivitas merapi yang meningkat banyak masyarakat yang akan melakukan pendakian gunung merapi.

"Justru yang menjadi perhatian kita maraknya orang-orang yang niat akan mendaki, ini menjadi perhatian khusus di masyarakat. Merapi yang lagi aktif begini kok ada aja yang mau mendaki,” katanya khawatir.

Sukiman mengatakan, meskipun dalam kondisi aman dan terkendali, kewaspadaan terhadap bahaya merapi tetap dilakukan.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten Syahruna mengatakan berdasarkan hasil pertemuan Lingkar Merapi, erupsi atau awan panas mengarah ke barat daya. Namun perkembangan terakhir kubah lama terjadi peningkatan suhunya.

“Tumbuh kubah baru di barat daya sampai saat ini guguran lava dan awan panas mengarah ke barat daya. Namun hasil rapat kemarin kubah lama ada peningkatan suhunya,” kata Syahruna.

Syahruna berharap tidak terjadi apapun. Namun demikian pihaknya tetap melakukan kesiap-siagaan. Adam Sutanto

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....