Petani Tapteng Keluhkan Pupuk Subsidi dan Pemasaran

  • 07 Jul 2026 15:54 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng - Selain masih dihadapkan pada sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi, petani di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), juga mengeluhkan persoalan pemasaran hasil panen.

Balintang Sinaga, seorang petani di wilayah itu mengaku kondisi tersebut dinilainya semakin membebani petani karena harga jual hasil pertanian kerap tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat.

"Permasalahan akses pupuk dan pemasaran memang menjadi tantangan yang banyak dihadapi petani disini," ujar Balintang, Selasa, 7 Juli 2026, di Hutabalang.

Kelangkaan pupuk bersubsidi kata Balintang, telah memaksa petani membeli pupuk nonsubsidi yang harganya lebih mahal, sementara hasil panen belum menjamin keuntungan yang memadai.

Ia juga mengatakan, selama ini produksi hasil panen petani masih bergantung kepada pengepul, hingga harga jual hasil pertanian berada dibawah kendali pengepul dan bukan ditentukan petani sebagai produsen.

"Mereka (pengepul) jadi penentu harga. Kalau hasil panen melimpah, para pengepul makin menekan harga," ucapnya.

Balintang berharap pemerintah daerah dapat membantu membuka akses pemasaran bagi petani. Menurutnya, keberadaan pasar yang lebih luas dan harga yang stabil akan meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong semangat petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian.

"Jadi petani tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh harga jual yang menguntungkan sehingga kesejahteraan petani dapat terus meningkat," tutupnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....