Organisasi Mahasiswa Keagamaan Jadi Penggerak Toleransi di Kampus

  • 06 Jul 2026 13:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Organisasi mahasiswa keagamaan dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat toleransi dan menjaga keberagaman di lingkungan kampus. Melalui berbagai kegiatan kolaboratif, organisasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar menghargai perbedaan sekaligus membangun kebersamaan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Selain menjadi wadah pengembangan kepemimpinan dan keislaman, UKKI juga aktif membangun kolaborasi lintas agama melalui berbagai kegiatan.

Biro Manajemen Internal Organisasi UKKI Unnes, Yusuf Abdurrahman Faiz, mengatakan organisasinya menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat diikuti seluruh mahasiswa. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk seminar, perlombaan, hingga pengembangan kepemimpinan.

“Kita juga menjadikan wadah dalam bentuk event-event atau perlombaan, itu untuk seluruh fungsionaris dan volunteer serta mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Hal itu dalam menciptakan kebersamaan dan kekeluargaan, serta pendidikan untuk kepemimpinan,” ucapnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Yusuf, organisasi mahasiswa keagamaan juga memiliki tanggung jawab menjaga harmonisasi di tengah keberagaman. Ia menilai setiap agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan yang dapat menjadi dasar membangun kehidupan bersama.

“Namun dengan nilai, moral, dan peraturannya masing-masing jadi harus kita perteguh dalam iman. Lalu, berkontribusi bersama-sama menciptakan pemuda bangsa yang berintelektual, serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yusuf.

Sebagai wujud komitmen tersebut, UKKI menjalin kerja sama dengan organisasi mahasiswa keagamaan lain di lingkungan kampus. Kolaborasi diwujudkan melalui aksi sosial kemanusiaan maupun forum diskusi lintas agama yang difasilitasi Kementerian Agama BEM KM Unnes.

Salah satu kegiatan yang rutin digelar adalah Beyond Religion, yakni seminar yang mempertemukan tokoh dari berbagai agama untuk berdiskusi mengenai kebangsaan dan penguatan persatuan. Forum tersebut menjadi ruang dialog bagi mahasiswa untuk saling memahami perbedaan dan memperkuat semangat toleransi.

“Bahkan kita ada salah satu big event, yaitu Beyond Religion yang merupakan kegiatan yang menyatukan berbagai pemuka agama jadi satu kegiatan seminar. Di dalamnya kita berdiskusi bersama berbagai pemuka agama dari agama-agama lain, dalam tema mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yusuf.

Yusuf berharap semangat toleransi terus tumbuh di kalangan mahasiswa. Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun persahabatan dan bekerja sama demi kepentingan bersama.

“Kita tidak memandang orang lain berdasarkan latar belakangnya saja, kita harus berteman dengan siapa aja. Jadi sebenarnya kita sama-sama happy kok, kita ikut senang juga untuk bekerja sama dengan orang-orang yang latar belakangnya berbeda dengan kami,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....