Plasticpay Hadir untuk Solusi Sampah Plastik jadi Cuan bagi Warga

  • 06 Jul 2026 12:47 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Plasticpay hadir sebagai solusi pengelolaan sampah plastik yang memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Perusahaan ini diperkenalkan dalam siaran Green Radio RRI Pro 1 Makassar, Minggu, 5 Juli 2026. Head of Strategic Communication Plasticpay, Imam Pesuwaryantoro, menjelaskan konsep kerja perusahaannya melalui mesin ATM sampah. Setiap botol plastik yang disetorkan warga akan dikonversi menjadi poin yang bisa dicairkan.

Ia menyebut satu botol plastik dihargai lima puluh enam poin atau setara lima puluh enam rupiah. Poin tersebut dapat dicairkan ke rekening bank maupun dompet digital tanpa potongan berarti.

"Setiap satu botol yang masuk ke mesin kami kita berikan insentif," kata Imam Pesuwaryantoro, dalam siaran Green Radio RRI Pro 1 Makassar.

Ia mencontohkan momentum promosi di Balai Kota Jakarta saat memperingati hari ulang tahun Jakarta. Saat itu satu botol dihargai dua ratus rupiah dengan pencairan tertinggi mencapai satu juta lima ratus ribu rupiah bagi satu warga.

Selain botol air minum kemasan, ATM sampah Plasticpay juga menerima sampah kemasan kosmetik. Kerja sama dengan salah satu produsen kosmetik memberikan potongan harga produk bagi warga yang menyetor kemasan bekas.

Tak berhenti di ATM sampah, Imam menjelaskan Plasticpay juga memiliki pabrik daur ulang sendiri. Sampah yang terkumpul langsung diolah menjadi serat poliester, isian sofa dan kasur, hingga bahan karpet mobil.

"Kuncinya satu, enggak gengsi untuk memilah sampah, karena nanti dapat uangnya langsung," ujarnya.

Ia menyebut ratusan mesin ATM sampah Plasticpay sudah tersebar di kawasan Jabodetabek. Salah satu pabrik daur ulang perusahaan ini pun disebut sudah berdiri di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Imam menegaskan pihaknya siap memperluas jaringan ATM sampah ke Kota Makassar. Ia berharap Dinas Lingkungan Hidup Makassar dapat membuka audiensi usai siaran tersebut.

Ia turut mengajak badan usaha milik daerah dan perusahaan swasta di Sulawesi Selatan untuk berinvestasi dalam pengadaan ATM sampah. Bank sampah tingkat RT dan RW disebut juga berpeluang bekerja sama langsung dengan pihak industri ini.

"Kami pihak industri langsung yang membutuhkan bahan baku," tegas Imam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....