Jagung Ketan, Komoditas Pangan Lokal dengan Nilai Ekonomi Menjanjikan

  • 04 Jul 2026 08:12 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Jagung ketan atau jagung pulut merupakan salah satu varietas jagung yang memiliki tekstur khas, yakni pulen dan lengket setelah direbus.

Karakter tersebut berasal dari kandungan amilopektin yang sangat tinggi pada endosperma bijinya, sehingga berbeda dengan jagung biasa. Selain digemari sebagai pangan lokal, jagung ketan juga mulai banyak dibudidayakan karena memiliki nilai jual yang cukup baik di pasaran.

Menurut Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, jagung ketan mampu menghasilkan kandungan amilopektin hingga hampir 100 persen sehingga menjadi ciri utama varietas ini.

Dari sisi gizi, jagung ketan memiliki kandungan karbohidrat, protein, vitamin, serta mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan amilopektinnya menjadikan jagung ketan sebagai sumber energi yang mudah dicerna, sehingga banyak dikonsumsi sebagai camilan maupun makanan pendamping.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa jagung ketan memiliki prospek sebagai bahan pangan alternatif untuk mendukung diversifikasi konsumsi masyarakat.

Budidaya jagung ketan kini semakin berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Permintaan pasar yang terus meningkat memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh nilai tambah dibandingkan menanam jagung biasa.

Selain dijual dalam bentuk segar, jagung ketan juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti jagung rebus, jagung bakar, tepung, hingga aneka makanan tradisional yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Meski demikian, produktivitas jagung ketan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti rendahnya kesuburan lahan dan penerapan teknologi budidaya yang belum optimal.

Penelitian dari Universitas Tanjungpura dan Institut Pertanian Bogor menunjukkan bahwa penggunaan bahan amelioran, pupuk organik, serta pemupukan yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen jagung ketan secara signifikan.

Selain memiliki prospek ekonomi, jagung ketan juga berperan dalam mendukung diversifikasi pangan nasional. Pengembangan varietas lokal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada satu sumber karbohidrat sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Penelitian dari Universitas Brawijaya menyebutkan bahwa jagung ketan merupakan salah satu plasma nutfah yang berpotensi dikembangkan menjadi kultivar unggul melalui program pemuliaan tanaman.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, jagung ketan layak mendapat perhatian lebih dari pemerintah, petani, maupun pelaku usaha pangan.

Melalui pengembangan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, serta perluasan pasar, komoditas ini berpotensi menjadi salah satu andalan sektor pertanian Indonesia.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkaya pilihan pangan bergizi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....