Pemerintah Evaluasi Latsarmil SPPI Usai Lima Peserta Meninggal

  • 30 Jun 2026 10:44 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah memastikan kegiatan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 tetap dilanjutkan. Namun, evaluasi akan dilakukan menyusul meninggalnya lima peserta selama pelaksanaan program tersebut.

Melansir dari Bloomberg Technoz, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan pelaksanaan pelatihan tetap berjalan karena tenaga manajer Koperasi Merah Putih dibutuhkan untuk segera menjalankan tugasnya. Meski demikian, pemerintah akan memperhatikan berbagai masukan agar pelaksanaan program menjadi lebih baik.

"Secara umum tentu karena proses ini sudah berlangsung dan memang tenaga manajer untuk Koperasi Merah Putih harus segera bekerja, sehingga pelatihan tetap jalan terus, tetapi masukan dari berbagai pihak tentu diperhatikan," ujar Juri kepada awak media, Senin (29/6/2026).

Juri menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan latihan dasar militer guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Menurutnya, pembekalan tersebut bertujuan memperkuat aspek mental dan ideologi para peserta.

"Evaluasi atau perbaikan-perbaikan terus dilakukan, tetapi intinya adalah memitigasi supaya tidak terjadi masalah seperti yang sudah terjadi, meninggalnya lima orang itu tadi. Jadi insyaallah ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban," katanya.

Korban terbaru dalam program tersebut adalah Nola Dya Sari yang mengikuti latihan dasar militer di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan.

Sebelumnya, empat peserta lain yang dilaporkan meninggal dunia yakni Yonanda Muhammad Taufiq pada 17 Juni 2026, Anisa Muyassaroh pada 18 Juni 2026, Novia Rahmadhani Sihotang pada 22 Juni 2026, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan pada 25 Juni 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....