Pesparawi Nasional XIV, Sulsel Cetak Sejarah dengan Gold Champion Perdana
- 29 Jun 2026 15:06 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., resmi menutup Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Minggu 28 Juni 2026. Penutupan berlangsung meriah dan dihadiri ribuan peserta dari 38 provinsi.
Momen puncak ditandai dengan pengumuman hasil lomba 12 kategori. Kontingen Sulawesi Utara tampil sebagai Juara Umum setelah mendominasi kompetisi dan berhak membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.
Sulawesi Utara juga meraih empat predikat Gold Champion pada kategori Paduan Suara Pria, Paduan Suara Wanita, Paduan Suara Dewasa Campuran, dan Musik Gerejawi Nusantara, serta Grand Prix kategori Paduan Suara Dewasa Campuran yang diganjar Piala Menteri Agama.
Piala Bergilir Presiden dan Piala Menteri Agama diserahkan langsung oleh Menag kepada Ketua LPPD sekaligus Ketua TP-PKK Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus Komaling. "Capaian luar biasa Kontingen Sulawesi Utara harus menjadi pemantik semangat bagi daerah lain untuk terus meningkatkan mutu musik gerejawi sekaligus mempererat persaudaraan dan cinta NKRI melalui Pesparawi," ujar Menag.
Di balik dominasi Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan juga mencatat prestasi membanggakan. Kontingen Sulsel yang mengikuti sembilan kategori lomba berhasil membawa pulang 1 Gold Champion, 5 Gold, dan 3 Silver.
Predikat Gold Champion diraih tim Paduan Suara Anak binaan LPPD Kota Palopo. Lima medali emas lainnya diperoleh dari kategori Solo Anak 11–15 Tahun, Solo Remaja Pemuda Putera, Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Pria, dan Musik Gerejawi Nusantara. Sementara tiga medali perak diraih pada kategori Solo Anak 7–10 Tahun, Solo Remaja Pemuda Puteri, dan Vokal Grup.
Bagi Sulawesi Selatan, capaian tersebut menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya berhasil meraih predikat Gold Champion pada ajang Pesparawi Nasional.
Piala dan medali diserahkan langsung oleh Menag Nasaruddin Umar kepada Ketua Kontingen Sulsel, Alfred CB, S.S., disaksikan ratusan warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua Barat yang memadati lokasi acara.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, mengaku bangga atas pencapaian kontingen Sulsel meski tidak dapat menghadiri penutupan karena tugas kedinasan.
"Inii prestasi yang sangat membanggakan. Untuk pertama kalinya Sulawesi Selatan berhasil meraih predikat Gold Champion di Pesparawi Nasional. Ini adalah buah dari kerja keras peserta, pelatih, LPPD, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung sejak proses persiapan hingga perlombaan," ujar Ali Yafid.
| Baca juga: Pemprov Sulsel Gencarkan Aksi Stop Stunting |
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan musik gerejawi di Sulawesi Selatan.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan seni musik gerejawi. Semoga menjadi penyemangat bagi generasi berikutnya untuk terus berprestasi sekaligus memperkuat semangat kerukunan umat beragama," tambahnya.
Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi paduan suara, tetapi juga ruang memperkuat persaudaraan, moderasi beragama, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, tema "Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan" merupakan implementasi nyata program ekoteologi Kementerian Agama yang mengajak umat beragama menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari pengabdian kepada Tuhan.
"Melalui kidung pujian, kita merayakan indahnya hidup rukun dalam keberagaman. Kita juga membuktikan bahwa spiritualitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan bangsa yang berkelanjutan," kata Menag.
Ia mengapresiasi komitmen sekitar 8.000 peserta yang membiasakan penggunaan tumbler, mengurangi plastik sekali pakai, dan memilah sampah selama penyelenggaraan Pesparawi.
Menag juga mengingatkan bahwa seluruh kontingen pada hakikatnya adalah pemenang karena telah membawa misi perdamaian, persaudaraan, dan pelestarian lingkungan.
"Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, rangkaian Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV Tahun 2026 resmi saya nyatakan ditutup," ucap Menag.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) sekaligus Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., mengatakan Pesparawi XIV telah berkembang menjadi ajang penguatan moderasi beragama, promosi budaya, pemberdayaan ekonomi lokal, serta gerakan ekoteologi.
Ia juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Pesparawi XIV mencatatkan Rekor MURI melalui penggunaan tumbler oleh peserta terbanyak, sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Dalam kesempatan itu, LPPN menetapkan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XV Tahun 2029.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....