Verifikasi Informasi Resmi Penting untuk Mencegah Kepanikan saat Bencana
- 28 Jun 2026 16:12 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Informasi mengenai bencana sering kali menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial. Namun, tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar yang benar.
Di tengah situasi darurat, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan kepanikan dan menghambat penanganan bencana. Wakil Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana Prov. Bali I Putu Dedy Rimbawan S.Si., MAP dalam dialog Tanggap Bencana Pro 2 RRI Denpasar Minggu, 28 Juni 2026 mengungkapkan kalau sudah menemukan atau menerima konten yang diduga hoaks, silakan lakukan klarifikasi melalui kanal resmi. Salah satunya melalui BPBD Provinsi Bali untuk memastikan apakah informasi atau konten tersebut benar.
"Jadi, saring dulu informasinya, kemudian baru dibagikan," ujarnya.
Verifikasi kepada instansi resmi menjadi langkah penting untuk memastikan informasi yang diterima sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Masyarakat dapat memanfaatkan kanal komunikasi resmi pemerintah maupun lembaga kebencanaan sebagai rujukan utama ketika memperoleh informasi mengenai bencana alam.
Pada kesempatan yang sama, Dedy juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan nilai kemanusiaan dalam bermedia sosial, terutama saat terjadi bencana. Informasi yang akurat tidak hanya membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat, tetapi juga memberikan rasa tenang di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
Dengan membiasakan verifikasi sebelum menyebarkan informasi, masyarakat turut mendukung upaya mitigasi bencana berbasis komunikasi yang bertanggung jawab. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem informasi yang akurat, sehingga kepanikan dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat lebih terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....