Pertahankan Status Lumbung Nasional, Jateng Perkuat Pembiayaan Pangan

  • 20 Jun 2026 14:18 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah memperkuat akses pembiayaan sektor pangan sebagai bagian dari upaya mendukung Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rakor dan Rapat Pleno TPAKD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis, 18 Juni 2026.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan(OJK) Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo mengatakan, akses keuangan yang optimal menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat usaha produktif di daerah.

Menurut Hidayat, TPAKD memiliki peran strategis dalam menjembatani sektor jasa keuangan dengan sektor riil agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang secara maksimal. “OJK mendorong penguatan pembiayaan produktif sektor pangan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, digitalisasi keuangan daerah, penguatan kolaborasi dengan industri jasa keuangan, serta evaluasi berbasis hasil dan dampak," ujarnya melalui siaran pers, Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menilai Jawa Tengah memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk menopang sektor pangan nasional. Berbagai potensi di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga perdagangan dinilai masih memiliki ruang tumbuh yang besar apabila didukung akses pembiayaan yang memadai.

"Ukuran seberapa besar kontribusi sektor keuangan bukan hanya diukur seberapa peningkatan atau pertumbuhan dibanding tahun lalu, tapi lebih forward looking. Orientasi ke depan, yaitu seberapa besar potensi pertumbuhan yang tersedia di daerah dapat diidentifikasi, disiapkan, dan dimanfaatkan secara maksimal," kata Hidayat.

Selain pembiayaan, TPAKD juga menekankan pentingnya menyiapkan ekosistem pertumbuhan yang menyeluruh. Hal tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan agar sektor usaha mampu berkembang dan lebih mudah mengakses layanan keuangan formal.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, TPAKD memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah. "Oleh karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna meningkatkan akses pembiayaan, literasi dan inklusi keuangan, serta mendorong pengembangan usaha yang produktif dan berkelanjutan bagi UMKM dan wirausaha," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan untuk Pengembangan Keuangan Inklusif di Jawa Tengah. Deklarasi itu menjadi wujud komitmen bersama dalam memperluas akses keuangan masyarakat serta mendukung pengembangan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui penguatan pembiayaan sektor pangan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta kolaborasi lintas sektor, TPAKD Jawa Tengah berharap mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, juga memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....