Menag Tekankan Moderasi Beragama di Lingkungan Rumah Sakit UIN Alauddin

  • 15 Jun 2026 09:50 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar, Minggu 14 Juni 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Workshop Nasional Rumah Sakit Tangguh dan Berwawasan Kebangsaan yang mengangkat tema penguatan ketahanan ideologi dan moderasi beragama di lingkungan rumah sakit.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan, toleransi, dan semangat kebangsaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agama didampingi Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., jajaran pimpinan universitas, serta Direktur RS UIN Alauddin. Sebelum mengikuti agenda workshop, Menteri Agama terlebih dahulu meninjau sejumlah fasilitas pelayanan rumah sakit dan berinteraksi langsung dengan pasien yang sedang menjalani perawatan.

Kehadiran Menteri Agama di tengah para pasien menjadi bentuk perhatian terhadap aspek kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan. Selain melihat kondisi fasilitas rumah sakit, ia juga memberikan doa dan dukungan moral kepada pasien agar tetap memiliki semangat dalam menjalani proses penyembuhan.

Usai melakukan hospital tour, Menteri Agama memberikan kuliah umum di Aula Gedung RS UIN Alauddin Makassar. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa rumah sakit harus mampu menjadi ruang pelayanan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan menghargai keberagaman masyarakat.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penyembuhan fisik semata, tetapi juga harus menghadirkan kenyamanan, kepedulian, serta dukungan moral dan spiritual kepada pasien dan keluarganya selama menjalani proses perawatan.

“Rumah sakit harus menjadi ruang yang menghadirkan nilai kemanusiaan secara menyeluruh serta memberikan pelayanan yang menghargai keberagaman masyarakat,” ujar Menteri Agama.

Ia menambahkan bahwa moderasi beragama di lingkungan rumah sakit perlu diwujudkan melalui pelayanan yang adil dan setara tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun kelompok sosial pasien. Dengan demikian, rumah sakit dapat menjadi contoh nyata hadirnya nilai toleransi dalam pelayanan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....