Belajar Toleransi, Komunitas Puspaloka Eksplorasi Pura Agung Giri Natha
- 15 Jun 2026 09:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kesempatan untuk mengeksplor Pura Agung Giri Natha, tidak disia-siakan oleh peserta kegiatan yang dilakukan komunitas Puspaloka. Hal ini bisa menjadi jawaban bagi para peserta tentang keberagaman, khususnya mengenai apa saja kebiasaan beribadah dari umat Hindu.
Founder Puspaloka, Diyah Putri Saraswati menyebut pemilihan lokasi tersebut salah satunya karena keunikan lokasinya yang ada di dataran tinggi Kota Semarang. Selain itu, aspek media sosial yang cukup tergarap dengan baik, menjadikan komunitas tersebut memilih tempat tersebut sebagai bagian kegiatan mereka.
“Secara branding dari media sosialnya cukup kuat, kalau dari anggota Pura Agung Giri Natha tuh bilang dia tuh instagrammable banget. Ya udah aku coba kontak deh dan aku lihat-lihat, karena mereka juga menerima outbound-ing gitu kadang anak TK, SD, bahkan SLB pernah,” ungkap Diyah dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Selasa, 9 Juni 2026.
Pada kegiatan tersebut, mereka mendapatkan materi tentang budaya hingga cara beribadah umat Hindu seperti apa. Bahkan sampai mempelajari dasar inti dari agama Hindu, sehingga peserta kegiatan yang mengikuti kegiatan tersebut bisa memperluas wawasan peserta tentang cara beribadah umat Hindu.
“Sampai kita tuh banyak yang tanya peserta aku, cuma ya memang awalnya mereka takutnya kalau tersinggung. Untungnya pengempon di sana menyambut dengan ramah, aku lihat di media sosial cara mereka melayani peserta ini bagus banget,” ucap Diyah.
Diyah mengaku cukup senang melihat kegiatannya cukup berdampak, bahkan diikuti oleh peserta dari berbagai agama yang berbeda. Peserta yang ikut juga cukup aktif bertanya, sehingga menunjukkan rasa ingin tahu sekaligus ingin belajar mengenai agama lain sebagai sebuah pengetahuan dan wawasan baru.
“Rasa penasaran mereka tinggi banget kemarin, itu yang buat aku ngerasa sewaktu menjalankan tanya jawab itu aku seneng banget. Orang yang aku targetkan buat bertanya, mereka beneran bertanya,” katanya.
Salah satu yang cukup menarik juga menurutnya, adalah peserta bisa mengeksplor secara langsung seperti apa kondisi di pura saat itu. Bahkan, Diyah menceritakan salah satu pesertanya yang beragama Budha, bisa benar-benar menyimak sekaligus bertanya mengenai hal-hal yang ingin mereka ketahui.
“Dia bener-bener tanya gitu, jadi itu yang bikin aku percaya rasa penasarannya tinggi. Setelah selesai acara, dia juga memberi pesan kesan sehingga bikin aku ngerasa nggak sia-sia ngajak mereka ke sini,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....