Rumah BUMN Makassar, Target 9 Ribu Pelaku Usaha Siap “Naik Kelas” di 2026

  • 25 Mei 2026 07:50 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Rumah BUMN Makassar terus menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan pelaku usaha lokal di Sulawesi Selatan. Program yang dibentuk oleh Kementerian BUMN dan dikelola oleh PT Bank Rakyat Indonesia Regional Office Makassar itu kini menjadi ruang kolaborasi bagi ribuan UMKM untuk berkembang di era digital.

Keberadaan Rumah BUMN tidak hanya menjadi tempat pelatihan biasa, tetapi juga menjadi wadah edukasi, pendampingan usaha, hingga transformasi digital bagi pelaku UMKM. Project Leader Rumah BUMN BRI Makassar, Ayu Anisella, mengatakan pihaknya ingin membantu pelaku usaha lokal agar mampu bersaing lebih luas dan memiliki daya saing yang kuat.

Menurut Ayu, hingga saat ini Rumah BUMN Makassar telah membina lebih dari 6.100 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Ia menyebut angka tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat untuk mengembangkan bisnis secara profesional.

“Untuk tahun 2026 ini kami menargetkan lebih dari sembilan ribu UMKM menjadi bagian dari binaan Rumah BUMN, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Ayu, Sabtu 23 Mei 2026. Target tersebut dinilai realistis karena pertumbuhan pelaku usaha baru di Makassar dan sekitarnya terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Program pembinaan yang dijalankan Rumah BUMN juga dinilai semakin relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Selain pelatihan manajemen usaha, para pelaku UMKM turut diberikan pemahaman mengenai pemasaran digital, pengemasan produk, hingga strategi memperluas pasar melalui platform online.

Ayu menambahkan, sektor makanan dan minuman masih mendominasi pelaku usaha yang tergabung dalam binaan Rumah BUMN Makassar. Dari ribuan UMKM yang terdaftar, sekitar 70 persen di antaranya bergerak di bidang kuliner dan minuman kekinian yang saat ini berkembang pesat di Sulawesi Selatan.

“Sebagian besar memang berasal dari usaha makanan dan minuman, sementara sisanya berasal dari sektor tekstil, kerajinan tangan, dan usaha kreatif lainnya,” kata Ayu. Kondisi itu menunjukkan bahwa bisnis kuliner masih menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai memiliki peluang pasar yang luas dan perputaran usaha yang cepat.

Rumah BUMN Makassar juga terus mendorong pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perubahan tren konsumen. Pendampingan yang diberikan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun identitas merek agar produk UMKM lokal memiliki nilai tambah di pasar nasional.

Di sisi lain, keberadaan Rumah BUMN dianggap memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Banyak pelaku usaha yang sebelumnya menjalankan bisnis secara sederhana kini mulai mampu memperluas jaringan pemasaran hingga menembus marketplace nasional setelah mendapatkan pendampingan intensif.

Dengan target pembinaan yang semakin besar pada 2026, Rumah BUMN Makassar optimistis dapat melahirkan lebih banyak UMKM unggulan dari Sulawesi Selatan. Ayu menegaskan pihaknya akan terus membuka ruang kolaborasi agar pelaku usaha lokal mampu naik kelas dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....