Palui Dilanggar Urang, Syair Jenaka dalam Realita Kehidupan Banjar

  • 13 Mei 2026 17:40 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — “Palui dilanggar Urang”, syair jenaka ini mengisahkan Palui yang diminta memperbaiki saluran air surau karena dikira bocor. Namun setelah diperiksa, ternyata air hanya mengalir dari keran yang lupa dimatikan.

"Syair ini menggambarkan Palui yang berharap mendapat upah tambahan setelah membantu di surau. Namun harapannya pupus karena panitia hanya mengucapkan terima kasih," kata H. Anang Syahrani dalam Ragam Budaya Madihin Syair Bakisah Pro 4 RRI Banjarmasin, Selasa 12 Mei 2026 malam.

Maestro Madihin Banjar ini kemudian mengisahkan, sepulang dari masjid dengan sepeda tuanya, Palui justru diserempet pengendara hingga membuat suasana semakin lucu dan dramatis.

"Harapan Palui dapat tambahan duit lagi, sakalinya ujar panitia terima kasih wara,” ujarnya,

Interaksi pendengar juga menambah hidup jalannya siaran. Salah satunya Abah Sofian yang ikut menyampaikan versi humor lain tentang Palui yang “diranjau urang” dengan permainan makna bahasa Banjar. Candaan spontan tersebut membuat suasana semakin hangat dan akrab.

Melalui Syair Bakisah ini Anang Syahrani tidak hanya menghadirkan hiburan. Seniman Madihin ini juga ingin mempertahankan tradisi lisan Banjar yang sarat pesan sosial dan kritik ringan kehidupan sehari-hari. Gaya bertutur sederhana, spontan, dan dekat dengan realitas masyarakat menjadi daya tarik utama pertunjukan madihin yang masih diminati hingga sekarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....