Disdik Sulsel Resmikan Dua SMA Negeri Baru

  • 06 Mei 2026 09:36 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan meresmikan dua Unit Sekolah Baru sebagai upaya untuk mengantisipasi anak yang tidak sekolah untuk kembali bersekolah. Demikian disampaikan Rosaeni, Kordinator Peserta Didik Dinas Pendidikan Sulsel saat berbincang bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Selasa, 5 Mei 2026.

“Salah satunya yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan per tahun kemarin yaitu kami dari Dinas Pendidikan itu telah membuka USB, Unit Sekolah-Sekolah Baru, untuk mengantisipasi anak yang tidak sekolah untuk kembali bersekolah dengan membuka sekolah, dua unit sekolah baru tersebut,” kata Rosaeni kepada RRI.

Dikatakan, dua unit sekolah baru tersebut yakni SMA Negri 24 Makassar yang terletak di Pampang dan SMA Negri 25 Makassar yang masih berada di wilayah kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan di Tamalanrea Kota Makassar.

“Untuk SMA 24, karena ada dua itu, SMA 24 dengan SMA 25 Mbak, jadi SMA 24 itu ada di Pampang sekarang sementara dibenahi untuk IPDM-nya itu sudah bertempat di sana untuk kelas 2-nya atau kelas 11-nya, Kemudian yang kedua, SMA 25 masih ada berada di kantor di wilayah kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan di Tamalanrea,” kata Kordinator Peserta Didik Dinas Pendidikan Sulsel.

Rosaeni mengatakan bahwa Langkah ini diharapkan dapat menampung anak-anak yang sebelumnya terputus sekolah agar mendapatkan kesempatan belajar kembali di fasilitas pendidikan yang telah disediakan pemerintah. Dinas Pendidikan Sulsel berkomitmen untuk terus memantau perkembangan anak didik di kedua sekolah baru ini demi masa depan generasi muda Sulawesi Selatan yang lebih baik.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pendidikan menargetkan untuk mengembalikan 40.000 Anak Tidak Sekolah ATS ke bangku pendidikan pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari fokus utama pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

“Salah satunya adalah kami sudah kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, 24 kabupaten, Kadis PMD 24 kabupaten, Bappeda 24 kabupaten, Kami menghimbau pendataan itu by name by address itu melalui desa dan kelurahan sehingga benar-benar kita berbuat benar-benar itu yang 40.000 sesuai target kita kembalikan,” kata Rosaeni kepada RRI.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....