Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan, Harga Beras Dunia Melandai

  • 04 Mei 2026 20:34 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Indonesia kembali mencatatkan capaian penting di sektor pangan nasional. Keberhasilan menghentikan impor beras sejak tahun 2025 tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga turut berkontribusi terhadap stabilitas harga beras dunia.

Melansir badanpangan.go.id, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan, penguatan produksi dalam negeri dan optimalisasi cadangan pangan pemerintah telah memberi pengaruh terhadap pasar beras internasional.

“Dulu saat Indonesia masih impor beras hingga sekitar 7 juta ton, harga pangan dunia bisa mencapai sekitar 660 dolar AS per ton. Ketika kita berhasil memperkuat produksi dalam negeri dan menekan impor secara signifikan, harga dunia ikut turun, bahkan sempat berada di kisaran 340 dolar AS per ton,” ujar Amran.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025, produksi beras nasional mencapai 34,69 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 31,16 juta ton. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri tanpa impor beras sepanjang tahun 2025.

Dampak positif dari kondisi tersebut tercermin pada perkembangan harga beras dunia. Berdasarkan data The Food and Agriculture Organization (FAO), indeks harga beras internasional atau FAO All Rice Price Index (FARPI) terus mengalami penurunan sepanjang 2025. Bahkan pada November 2025, indeks FARPI berada pada level 96,9 atau menjadi titik terendah dalam empat tahun terakhir.

Lebih lanjut, Amran mengungkapkan bahwa penguatan sektor pangan nasional saat ini juga tercermin dari capaian stok beras pemerintah yang berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Stok beras kita saat ini mencapai sekitar 5,12 juta ton. Ini tertinggi selama Republik Indonesia berdiri. Sebelumnya, pada tahun 1984 stok pernah berada di angka sekitar 2,6 juta ton,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian tersebut turut mengangkat posisi Indonesia di mata dunia dalam sektor pangan. Ia menyebut, berbagai pengakuan internasional yang diterima Indonesia menjadi bukti bahwa penguatan sistem pangan nasional mendapat perhatian global.

“Dulu Presiden Soeharto pernah mendapatkan penghargaan dari FAO atas keberhasilan sektor pangan. Sekarang, di era Presiden Prabowo, dalam waktu satu tahun Indonesia kembali mendapatkan dua penghargaan dari FAO, yakni penghargaan tertinggi bidang ketahanan pangan dan penghargaan atas kontribusi memperkuat sistem pangan global,”Tegasnya"

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....