Targetkan Gen Z, Daza Corp Makassar Sulap Jamu Jadi Minuman Estetik
- 19 Apr 2026 15:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – CV. Daza Corp perusahaan berskala UMKM di sector produk herbal di Kota Makassar ini tengah berupa mengubah anggapan masyarakat tentang jamu identik dengan rasa pahit serta obat kuno. Upaya ini sebagai langkah Novi R Rahayu memperkenalkan produk "Ladybloom" obat herbal khusus perawatan Kesehatan dan kecantikan bagi Wanita dari dalam.
Menurut Novi yang sempat hadir di dialog Teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar, Sabtu, 18 April 2026 bahwa jamu tidak selamanya rasa pahit dan kuno, sebab herbal saat ini dapat dimodifikasi rasa manis dan dikemas secara modern. "Wanita sering kali fokus pada perawatan luar tapi lupa perawatan dari dalam, jadi saya berpikir untuk konsentrasi pada produk kecantikan kewanitaan ini, terutama untuk ibu-ibu pasca melahirkan," jelas Novi R. Rahayu memperkenalkan produknya dalam dialog tersebut.

" Generasi Hijau : Modernisasi Budaya Herbal dalam Asta Cita " di RRI Pro 4 Makassar, Sabtu, 18 April 2026.
Selain produk kewanitaan, anggota IWAPI Kota Makassar ini juga memproduksi minuman serbuk kolagen dengan berbagai rasa untuk menyasar target pasar yang lebih muda. Diungkapkan, inovasi rasa ini dilakukan tanpa mengurangi manfaat aslinya, yakni dengan menggunakan metode ekstraksi modern yang lebih higienis.
"Sekarang sudah ada teknologi ekstraksi yang bisa mengurangi rasa sepat atau pahit tanpa mengganggu kualitas manfaat, apalagi jika ditambah madu atau lemon sebagai pengganti gula," kata Novi yang juga aktif di IWAPI Makassar.
Novi menilai, generasi muda termasuk Gen Z, kini jauh lebih kritis dan peduli terhadap gaya hidup sehat dibandingkan generasi sebelumnya. Sehingga menurut Novi, media sosial dianggap menjadi kunci utama dalam mengubah persepsi herbal menjadi sesuatu yang keren dan lifestyle atau gaya hidup.
"Gen Z itu sebenarnya melek gaya hidup sehat; mereka gampang tertarik dengan konten kesehatan di media sosial, jadi bagi saya pasar ini justru sangat mudah dijangkau melalui pemasaran digital," terangnya.
Dari segi kemasan, Owner Daza Corp ini melakukan inovasi dengan desain yang lebih menarik menggunakan warna-warna pastel yang disukai anak muda. "Kami mendesain kemasan dengan warna yang menarik seperti warna pastel agar terlihat estetik dan pantas masuk di kalangan muda bahkan layak untuk pasar internasional," ungkap Novi.
Ditanya mengenai pengurusan dokumen usaha, Novi mengungkapkan bahwa, seluruh proses perizinan mulai dari HAKI hingga notifikasi BPOM tengah dilakukan secara mandiri. Novi mengakui bahwa pemerintah melalui PTSP dan dinas terkait banyak memberikan bantuan berupa pelatihan media sosial hingga keringanan biaya pendaftaran merek.
"Pemerintah sangat mendukung UMKM, mulai dari pelatihan bisnis hingga bantuan biaya pendaftaran merek yang sangat membantu kami untuk naik kelas menjadi industri yang lebih tertata," tuturnya.
Selain itu, Novi juga membuka peluang kerja sama melalui sistem maklon, di mana orang lain bisa membuat merek produk herbal sendiri dengan formulasi dari CV Daza Corp. Langkah ini diambil untuk memperluas jaringan pemasaran produk herbal lokal Makassar agar mampu merambah pasar nasional.
"Perizinan saya juga mencakup maklon, jadi bagi siapa pun yang ingin punya brand herbal sendiri bisa kami produksikan formulasi dan izinnya sesuai permintaan pelanggan," pungkas Novi diakhir dialog Teras UMKM Bersama RRI Makassar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....