Kementan Percepat Hilirisasi Ayam, Tekankan Aksi Nyata

  • 14 Apr 2026 07:46 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong pemerataan pasokan protein hewani nasional dengan mempercepat pembangunan ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat produksi sekaligus membuka peluang usaha bagi peternak di berbagai daerah, khususnya di luar Pulau Jawa.

Tahap awal pengembangan dilakukan di Sulawesi Selatan melalui kolaborasi antara BUMN pangan ID FOOD dan PT Ugi Agri Harapan Indonesia. Skema kerja sama ini dirancang untuk menjawab peningkatan kebutuhan daging ayam dan telur, termasuk dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menegaskan bahwa pembangunan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. “Yang kita bangun bukan hanya produksi, tetapi ekosistem yang memastikan penyerapan, keberlanjutan, dan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan peternak menjadi bagian penting dalam sistem ini. Melalui pola kemitraan, peternak tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga memperoleh kepastian pasar serta dukungan dalam proses produksi.

Dalam skema tersebut, peran BUMN difokuskan pada penguatan sektor hulu seperti penyediaan bibit dan pakan. Sementara itu, kegiatan budidaya hingga pengolahan dilakukan bersama mitra dan peternak lokal. “Kunci keberhasilan ada pada implementasi di lapangan yang berjalan paralel dan terkoordinasi,” kata Agung.

Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menegaskan bahwa pihaknya memastikan hasil produksi peternak dapat terserap dengan baik. “Kami memastikan hasil peternakan terserap, terutama untuk memenuhi kebutuhan program MBG, sehingga harga tetap stabil dan peternak memiliki kepastian pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Ugi Agri Harapan Indonesia, Andi Damisnur, menyatakan kesiapan pihaknya menjalankan program secara terintegrasi. “Kami tidak bisa berjalan sendiri, sehingga kolaborasi dengan BUMN dan berbagai pihak menjadi kunci agar seluruh proses dari produksi hingga distribusi berjalan lancar,” ungkapnya.

Pemerintah menegaskan bahwa program ini tidak boleh berhenti pada penandatanganan MoU semata. Dengan hilirisasi yang berjalan efektif, diharapkan peternak memperoleh nilai tambah, memperkuat posisi dalam rantai pasok, serta mendorong ketahanan pangan nasional berbasis protein hewani secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....