Filosofi Rezeki dan Kekerabatan dalam Sajian Lontong Cap Go Meh

  • 04 Mar 2026 04:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sajian Lontong Cap Go Meh menjadi menu khas dalam puncak penutupan Imlek tahun 2577 di Klenteng Soetji Nurani Banjarmasin. Dalam perayaan ini, sebanyak 1.000 porsi disediakan secara gratis oleh pihak pengurus bagi seluruh umat dan tamu yang hadir.

Hidangan ini ternyata bukan sekadar sajian saja, melainkan memiliki makna filosofis yang sangat mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Wakil Ketua Pengurus Klenteng, Djohan Yawono, menjelaskan bahwa berbagai isian dalam menu ini mengandung makna tersendiri.

"Bentuk lontong yang panjang berarti panjang rezekinya, sedangkan tekstur yang padat adalah simbol kekerabatan, dan kuah kuningnya sendiri melambangkan keagungan dan kedewasaan seseorang," ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Setiap elemen dalam sajian yang dihidangkan di meja altar klenteng selalu memiliki arti khusus bagi kehidupan. Jamuan makan bersama ini menjadi momen yang paling dinantikan karena terbuka untuk umum dan mempererat tali silaturahmi.

Suasana hangat terpancar saat umat Tri Dharma dan tamu yang datang dari berbagai latar belakang duduk bersama menikmati hidangan tersebut. Melalui tradisi kuliner ini, Klenteng Soetji Nurani ingin membagikan semangat kebersamaan dan harapan baik di sepanjang tahun Shio Kuda Api ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....