Impor Sapi Perah Dorong Produksi Susu Nasional
- 01 Feb 2026 19:18 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap – Upaya memperkuat ketahanan susu nasional kembali mendapat dorongan signifikan. Sebanyak 1.383 ekor sapi perah unggulan asal Australia tiba di Pelabuhan Hewan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (1/2/2026).
Ribuan sapi tersebut terdiri dari dua rumpun utama, yakni Friesian Holstein (FH) dan Jersey, yang dikenal memiliki produktivitas dan kualitas susu tinggi. Kedatangan sapi impor ini merupakan bagian dari program investasi penguatan protein hewani nasional dan peningkatan kapasitas produksi susu dalam negeri.
Berdasarkan data operasional pengiriman, sebanyak 1.094 ekor sapi FH didatangkan oleh importir Lunar, sementara 289 ekor sapi Jersey dibawa oleh importir Mazarat. Seluruh sapi dilaporkan tiba dalam kondisi sehat setelah melalui proses seleksi ketat sejak di negara asal hingga selama perjalanan lintas samudra.
Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi prioritas utama. Selama pengiriman, sapi-sapi tersebut dipantau secara intensif oleh tim ahli untuk memastikan hanya ternak dengan kondisi kesehatan dan produktivitas terbaik yang masuk ke Indonesia.
“Seluruh sapi yang tiba wajib menjalani masa observasi di Instalasi Karantina Hewan (IKH) guna memastikan tidak ada penyakit hewan menular strategis yang masuk ke wilayah Indonesia,” ujar drh. Hendra Wibawa saat meninjau proses bongkar muat.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Dani Kusworo, menyebut kedatangan sapi impor ini sebagai aset penting dalam mendukung target investasi protein hewani nasional.
“Kehadiran sapi FH dan Jersey ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas genetika sapi perah lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi peternak,” ujarnya.
Setelah proses karantina dan adaptasi iklim, sapi perah akan didistribusikan ke berbagai sentra peternakan. Terrmasuk ke BBPTUHPT Baturraden, sebanyak 250 ekor merupakan bentuk kerjasama dari investasi dengan PT.Suri Nusantara Jaya atau PT.Estika.
Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah memastikan bahwa sapi impor asal Australia yang masuk melalui Pelabuhan Laut Tanjung Intan Cilacap memenuhi persyaratan karantina dan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
“ Tindakan karantina yang dilaksanakan berupa pemeriksaan dokumen, pemeriksaan kesehatan hewan, serta pengawasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya ditempatkan di Instalasi Karantina Hewan (IKH) Cilacap untuk menjalani masa karantina selama 14 (empat belas) hari,” kata Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Tanjung Intan Cilacap, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah drh Yohanes Kristiawan Artanto.
Setelah selesai masa karantina, dan sapi dinyatakan sehat serta bebas dari HPHK, akan diterbitkan sertifikat pelepasan sebagai syarat agar sapi dapat dipelihara secara aman dan sesuai prosedur.
Kementerian Pertanian berharap, masuknya ribuan sapi perah impor ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor susu, meningkatkan produksi susu segar dalam negeri, serta mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....