Jembatan Musi V Mudahkan Mobilitas Masyarakat saat Mudik Lebaran
- 13 Mar 2026 20:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kehadiran Jembatan Musi V pada ruas Jalan Tol Palembang–Betung diproyeksikan menjadi penguat konektivitas strategis di Sumatera Selatan. Jembatan yang melintasi Sungai Musi ini akan menghubungkan Kota Palembang dengan wilayah Betung di Kabupaten Banyuasin, sekaligus terintegrasi dengan jaringan tol yang mengarah ke Jambi.
Pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero). Dalam waktu dekat, ruas Tol Palembang–Betung direncanakan dibuka secara fungsional untuk memudahkan dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran 2026.
Pelaksana Harian Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani mengatakan Sebagai bagian dari tahapan persiapan, Hutama Karya telah melaksanakan Uji Laik Fungsi (ULF) pada Jembatan Musi V pada 4–5 Maret 2026. Pengujian tersebut bertujuan memastikan jembatan telah memenuhi standar keamanan, keandalan, serta kelayakan struktur sebelum dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Secara geografis, Jembatan Musi V memiliki peran penting dalam memperkuat jaringan transportasi di kawasan Sumatera Selatan. Dengan melintasi Sungai Musi, jembatan ini menjadi penghubung utama antara Palembang dan kawasan Banyuasin yang selama ini menjadi jalur penting menuju wilayah Sumatera bagian utara,” kata Hamdani, melalui keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurutnya, selain mempercepat akses dari Palembang ke Betung, infrastruktur tersebut juga akan menjadi bagian dari koridor transportasi yang terintegrasi dengan jaringan tol menuju Jambi. Konektivitas ini diharapkan dapat memperlancar arus logistik, mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan di sepanjang jalur tol tersebut.
Dari sisi teknis, Jembatan Musi V dibangun menggunakan tipe Box Girder beton dengan metode Balanced Cantilever. Metode ini dipilih untuk memastikan kekuatan struktur pada bentang panjang di atas sungai sekaligus menjaga stabilitas konstruksi jembatan.
Pelaksanaan Uji Laik Fungsi dilakukan dengan membandingkan kesesuaian konstruksi jembatan dengan dokumen perencanaan pada seluruh elemen struktur. Proses pengujian mencakup pemeriksaan kelengkapan dokumen, inspeksi visual kondisi jembatan, hingga pengujian beban dinamis dan statis.
Menurutnya, melalui rangkaian pengujian tersebut, tim teknis memastikan struktur jembatan mampu menahan beban lalu lintas sesuai standar keselamatan yang berlaku. Selain itu, pengujian juga memverifikasi bahwa seluruh elemen konstruksi telah memenuhi kriteria teknis sebelum dioperasikan.
“Pelaksanaan Uji Laik Fungsi pada Jembatan Musi V merupakan salah satu tahapan penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur sebelum ruas Tol Palembang–Betung dimanfaatkan secara fungsional. Hutama Karya berkomitmen memastikan setiap tahapan pembangunan memenuhi standar keselamatan dan kualitas yang ditetapkan sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas pada periode mudik Lebaran 2026,” ujarnya.
Dengan rencana pembukaan fungsional pada masa Lebaran, ruas tol tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas di Jalur Nasional sekaligus meningkatkan efisiensi waktu tempuh perjalanan masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.
Ke depan, keberadaan Tol Palembang–Betung beserta Jembatan Musi V diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung konektivitas regional yang memperkuat distribusi logistik, mempercepat mobilitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....