Kemenekraf dan DANA Perluas Pemberdayaan Perempuan Lewat Digitalisasi UMKM

  • 01 Jul 2026 23:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekraf mengapresiasi Program SisBerdaya dan DisBerdaya dari DANA Indonesia karena dinilai memperkuat pemberdayaan perempuan pelaku UMKM dan penyandang disabilitas.
  • Wamen Ekraf Irene Umar mendorong UMKM perempuan berani menembus pasar global, dengan memanfaatkan teknologi digital, pembayaran digital, dan berbagai program pelatihan nasional hingga internasional.
  • Program telah menjangkau lebih dari 16.000 perempuan di Indonesia. Pada 2026, sebanyak 35 finalis mendapatkan pelatihan digital marketing, kecerdasan artifisial (AI), dan literasi keuangan untuk meningkatkan daya saing usaha.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi komitmen DANA Indonesia dalam memberdayakan perempuan. Yaitu melalui Program SisBerdaya bagi pelaku UMKM dan DisBerdaya bagi perempuan penyandang disabilitas.

Program ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif terhadap teknologi, dan memperluas akses pasar. Irene mengapresiasi program tersebut pengembangan produk-produk kreatif dari Indonesia.

“Era digital terasa semakin dekat dengan teknologi pembayaran seperti QRIS dan pemasaran digital. Hingga akses terhadap berbagai platform keuangan yang telah membuka kesempatan sama bagi siapa pun yang ingin berkembang,” kata Irene dalam acara penganugerahan SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 di Rumah Kaca Melati, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

“Hal terpenting adalah keberanian untuk memulai, belajar, dan terus bertumbuh. Sehingga bisa berjuang sampai mengembangkan produk-produk kreatif dari Indonesia,” ucapnya menambahkan.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap produk UMKM tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa cerita, budaya, dan identitas Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung para pejuang ekraf perempuan naik kelas.

“Kementerian Ekraf akan terus membuka peluang seluas-luasnya bagi para pejuang ekraf untuk mengakses berbagai pelatihan dan program bertaraf nasional hingga internasional. Jangan hanya melihat pasar Indonesia, tetapi lihatlah dunia sebagai peluang,” ujar Irene.

Program SisBerdaya merupakan inisiasi DANA Indonesia sejak 2023 yang berkembang sebagai program pemberdayaan UMKM perempuan. Program ini fokus pada peningkatan kapasitas, literasi keuangan, serta digitalisasi usaha mikro dan ultra mikro melalui pemanfaatan teknologi digital.

Pada 2024, program ini menghadirkan DisBerdaya sebagai inisiatif yang memberikan akses setara bagi perempuan penyandang disabilitas. Dimana perempuan penyandang disabilitas dapat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

“Permulaan program SisBerdaya hanya sebuah keyakinan sederhana supaya perempuan memiliki akses. Mulai dari akses pengetahuan, teknologi, dan kesempatan yang sama sehingga mendapat pendampingan untuk meningkatkan usaha secara signifikan,” ucap Irene.

Para perempuan tidak hanya membangun dan menjalani usaha saja. Lewat program ini juga tercipta lapangan kerja dan kehidupan ekonimo yang lebih baik untuk masyarakat sekitarnya.

“Mereka tidak hanya membangun usaha, tetapi juga menggerakkan keluarga, komunitas, dan ekonomi sekitar. Dibalik program ini tentu ada cerita tentang usaha yang berkelanjutan, lapangan kerja yang tercipta, dan keluarga yang memperoleh kehidupan lebih baik,” ucap Vince Iswara, CEO & CO-Founder DANA Indonesia.

Program ini mendukung transformasi digital ekonomi kreatif dan telah menjangkau lebih dari 16.000 perempuan dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun 2026, 35 finalis terpilih mendapat apresiasi sekaligus memperoleh pelatihan digital marketing, kecerdasan artifisial (AI), dan literasi keuangan.

“Kami berharap program ini bukan menjadi akhir dari sebuah kompetisi, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Untuk membawa usaha dari kaum perempuan makin naik kelas dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Vince.

Kementerian Ekonomi Kreatif juga turut memfasilitasi pemateri salah satu sesi pelatihan Sisberdaya Disberdaya bulan Mei lalu. Dengan topik Strategi Content Commerce melalui Affiliate dan Influencer Marketing.

Kolaborasi tersebut diharapkan bisa terus berlanjut membuka ruang pembelajaran, jejaring, dan akselerasi bagi perempuan Indonesia. Upaya ini untuk membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi kreatif nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....