Menteri Ekraf Sebut Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- 29 Jun 2026 16:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan ekonomi kreatif diproyeksikan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional (new engine of growth) dengan dukungan data yang akurat.
- Pada 2025, kinerja ekonomi kreatif melampaui target pemerintah, dengan realisasi investasi mencapai 134 persen dari target dan nilai ekspor USD31,9 miliar atau sekitar 120 persen dari target.
- BPS mencatat ekonomi kreatif tumbuh 6,86 persen pada 2025, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen, serta menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau 18,7 persen dari total tenaga kerja Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan ekonomi kreatif diharapkan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, penguatan sektor ekonomi kreatif memerlukan dukungan data yang akurat agar kebijakan pemerintah dapat disusun secara tepat.
Riefky mengatakan, capaian sektor ekonomi kreatif menunjukkan tren positif pada 2025. Realisasi investasi, ekspor, tenaga kerja, hingga pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
"Jadi, niatnya adalah niat untuk kebersamaan kita dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. The new engine of growth (mesin baru pertumbuhan ekonomi)," ujar Riefky di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menjelaska, realisasi investasi ekonomi kreatif pada 2025 mencapai 134 persen dari target pemerintah. Sementara nilai ekspor sektor ekonomi kreatif mencapai USD31,9 miliar atau sekitar 120 persen dari target yang ditetapkan.
Ia juga mengatakan, sektor ekonomi kreatif memiliki karakter yang inklusif dan padat karya. Menurutnya, mayoritas tenaga kerja pada sektor tersebut merupakan perempuan.
"Inklusif artinya begini, kalau ini padat karya, keterlibatan dari jumlah tenaga kerja sangat besar. Inklusif yang kedua adalah mayoritas adalah perempuan," kata Riefky.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pertumbuhan ekonomi kreatif pada 2025 mencapai 6,86 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,11 persen.
"Sekali lagi pertumbuhan ekonomi kreatif, kalau kita lihat dalam tahun 2024 dan 2025, selalu tumbuh lebih tinggi dari ekonomi nasional. Dan dalam tren yang meningkat," ujar Amalia.
Amalia mengatakan, sektor ekonomi kreatif juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Pada 2025, jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif mencapai 27,4 juta orang.
"Di tahun 2025 ternyata tenaga kerja yang terserap di dalam sektor ekonomi kreatif itu mencapai 27,4 juta orang. Sekitar 18,7 persen dari total penyerapan tenaga kerja di Indonesia," kata Amalia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....