Third Space Signature Bandung Bertahan lewat Rasa dan Pelayanan

  • 30 Mei 2026 20:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Third Space Signature hadir sebagai ruang berkumpul setelah rumah dan tempat kerja, dengan suasana nyaman untuk keluarga, teman, maupun komunitas.
  • Beragam menu khas Nusantara tersedia, dengan mi yamien menjadi salah satu hidangan favorit dan paling banyak dicari pelanggan.
  • Di tengah persaingan bisnis kuliner yang ketat, konsistensi rasa dan pelayanan yang baik menjadi kunci utama mempertahankan loyalitas pelanggan

RRI.CO.ID, Jakarta - Persaingan bisnis kuliner di Bandung terus berkembang seiring hadirnya berbagai konsep baru. Namun, menjaga kualitas rasa dan pelayanan tetap menjadi kunci utama mempertahankan pelanggan.

Third Space Signature hadir sebagai ruang berkumpul yang menggabungkan kuliner Nusantara dengan suasana nyaman. Tempat ini dirancang menjadi lokasi bersantai bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja.

Owner Bandung Third Space Signature, Ginnot Purnomo, mengatakan konsep usahanya mengusung fungsi "tempat ketiga". Tempat tersebut menjadi ruang setelah rumah dan tempat kerja.

"Jadi memang disebut salah satu tempat ketiga. Setelah bekerja dan di rumah, orang bisa berkumpul di sini," ujarnya dalam wawancara bersamapa Pro 3 RRI, Sabtu, 30 Mei 2026.

Beragam menu Nusantara dan kuliner khas Jawa Barat tersedia bagi pengunjung. Beberapa di antaranya adalah mi yamien, surabi, kopi, hingga es campur.

Menurutnya, mi yamien menjadi salah satu menu yang paling banyak dicari pelanggan. Menu tersebut hadir dalam pilihan rasa manis maupun asin.

"Mungkin kalau di Bandung ada yamien. Itu salah satu menu yang banyak dicari pelanggan," katanya.

Selain makanan, Third Space Signature menawarkan fasilitas ruang ber-AC dan area semioutdoor. Tersedia pula ruang pertemuan untuk kebutuhan komunitas maupun korporasi.

Ia menilai kualitas rasa harus tetap dijaga meski persaingan semakin ketat. Pelayanan yang baik juga menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas pelanggan.

"Jangan pernah menipu pelanggan dan tetap berusaha. Kalau usaha F&B, pertahankan rasa yang sudah dipercaya," ucapnya.

Bakmi jadi makanan favorit hampir semua orang. Bahkan di Jakarta saja terdapat ribuan kedai yang menyajikan menu bakmi dengan berbagai varian. Sebenarnya bakmi adalah hidangan yang merujuk pada mie dengan campuran daging babi.

Pakar Bakmie, Tirta Lie mengatakan bahwa bakmi berasal dari China yang kemudian dibawa ke Indonesia dan diadaptasi. Ketika sampai di Indonesia, daging babi pada bakmi diganti daging ayam.

Semenjak itulah menu itu dikenal dengan sebutan mie ayam. Namun, tak sedikit juga yang tetap menyebutnya bakmi.

"Ya jadi kalau boleh saya katakan, Jakarta ini kota berkumpulnya seluruh bakmi. Apalagi untuk mie ayam, di Jakarta adalah tempatnya," ucapnya. (Agnes Claudia Ohoira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....