Fenomena RM Padang Non-Minang Dinilai Perkuat Popularitas Kuliner Minangkabau
- 24 Mei 2026 06:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Burmalis Ilyas menilai banyaknya pengusaha rumah makan Padang non-Minang menunjukkan tingginya nilai kuliner Minangkabau
- Perkembangan waralaba rumah makan Padang dinilai membantu memperluas promosi budaya Minang di berbagai daerah
- MDN-G terus mendorong promosi kuliner Minang hingga tingkat internasional melalui jaringan diaspora
RRI.CO.ID, Jakarta – Direktur Eksekutif MDN-G Burmalis Ilyas menilai banyaknya pengusaha rumah makan (RM) Padang dari semua kalangan (non-Minang) menunjukkan tingginya nilai kuliner Minangkabau. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi kebanggaan, karena masakan Minang semakin diminati berbagai kalangan masyarakat.
Burmalis mengatakan masyarakat Minang tidak perlu memandang fenomena tersebut secara negatif. Ia menilai perkembangan usaha tersebut justru menunjukkan kuliner Minang memiliki daya tarik luas di masyarakat.
“Berarti masakan kita itu bernilai tinggi, diminati, disukai semua orang. Harus bangga kita malah, harus kita apresiasi itu” kata Burmalis di sela forum Silaturahim Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) kepada RRI.CO.ID di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.
Selain itu, ia juga menyampaikan pendapatnya tentang perkembangan usaha waralaba rumah makan Padang. Menurutnya, fenomena tersebut juga membantu memperluas promosi budaya Minangkabau.
Ia menilai keberadaan jaringan rumah makan Padang berbasis waralaba membuat kuliner Minang semakin dikenal di berbagai daerah. “Adanya franchise ini malah membantu mempromosikan masakan kuliner Minang di berbagai kota dan kabupaten,” ujarnya.
Menurut putra asal Salido tersebut, persaingan usaha kuliner saat ini mendorong rumah makan tradisional meningkatkan kualitas pelayanan dan kebersihan. Ia menilai pelaku usaha rumah makan Minang perlu lebih kompetitif menghadapi persaingan kuliner akibat berkembangnya sistem waralaba.
“Mau tidak mau yang tradisional harus lebih kompetitif, harus lebih higienis, hospitality-nya, servisnya, harus jauh lebih baik. Karena persaingan semakin ketat,” ucap Burmalis.
MDN-G, lanjut Burmalis, juga terus mendorong promosi kuliner Minang hingga tingkat internasional melalui jaringan perantau Minang di berbagai negara. Ia mengatakan pihaknya telah mengunjungi banyak komunitas Minang dan rumah makan Padang di luar negeri.
“Jadi memang kita berharap diaspora ini tidak hanya di level nasional tapi juga internasional. Orang Minang-nya, juga kulinernya,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan rumah makan Padang di berbagai negara menjadi kebanggaan tersendiri bagi perantau dan masyarakat Minang. “Alhamdulillah kita bangga dan kita berharap semakin banyak rumah makan Minang yang ada di luar negeri,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....