Indeks Kepercayaan Industri September 2026 Tetap Ekspansi di Level 51,93

  • 30 Sep 2026 22:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Industri nasional masih berada dalam fase ekspansi pada September 2026 dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) mencapai 51,93 menurut Juru Bicara Kementerian Perindustrian.
  • IKI September 2026 mengalami perlambatan sebesar 0,37 poin dibandingkan Agustus yang berada pada level 52,30.
  • Meskipun terjadi penurunan, IKI tetap berada di atas level 50 yang mengindikasikan industri masih dalam kondisi ekspansi dan pertumbuhan positif.

RRI.CO.ID, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan industri nasional masih berada dalam fase ekspansi pada September 2026. Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang tercatat sebesar 51,93.

IKI September 2026 turun 0,37 poin dibandingkan Agustus yang berada pada level 52,30. Meski mengalami perlambatan, IKI masih berada di atas level 50 yang menunjukkan industri dalam fase ekspansi.

Febri menjelaskan kinerja industri pada September 2026 bertumpu pada peningkatan permintaan baru. Namun, variabel produksi sedikit menurun dan stok semakin menumpuk dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kementerian Perindustrian menyampaikan industri dalam negeri bulan September 2026 masih berada pada fase ekspansi atau IKI berada di atas 50. Kinerja industri pada bulan ini bertumpu pada peningkatan permintaan baru,” kata Febri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Febri menyebut salah satu penyebab penumpukan stok adalah meningkatnya biaya logistik pengiriman produk industri untuk ekspor dan pasar domestik. Industri juga masih menerapkan sikap wait and see terhadap dinamika pasar domestik sehingga menunda pengiriman barang dari gudang.

Sebanyak 15 dari 23 subsektor industri pengolahan mengalami ekspansi pada September 2026. Subsektor yang berada dalam fase ekspansi tersebut memberikan kontribusi 84,4 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas Triwulan II 2026.

Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada September 2026 adalah industri minuman dan industri alat angkutan lainnya. Sementara itu, delapan subsektor mengalami kontraksi pada September 2026.

Dari sisi variabel pembentuk IKI, indeks pesanan September 2026 berada pada level 53,40 atau meningkat 0,27 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks produksi tercatat 53,78 atau turun 1,32 poin, sedangkan indeks persediaan berada di level 45,45 atau turun 0,57 poin.

“Pesanan masih ekspansif dan bahkan mengalami peningkatan. Artinya, permintaan terhadap produk industri masih ada,” ujar Febri.

Febri menambahkan pelaku industri melakukan penyesuaian terhadap produksi dan persediaan di tengah peningkatan pesanan. Ia menyebut kondisi tersebut perlu dilihat secara menyeluruh karena setiap subsektor menghadapi karakteristik dan tantangan yang berbeda.

Berdasarkan orientasi pasar, IKI industri berorientasi ekspor berada pada level 52,60 pada September 2026. Angka tersebut melambat 0,49 poin dibandingkan Agustus yang sebesar 53,09.

Sementara itu, IKI industri berorientasi pasar domestik tercatat 50,94. Angka tersebut turun 0,19 poin dibandingkan Agustus yang sebesar 51,13, tetapi kedua indikator masih berada dalam fase ekspansi.

Menurut Febri, perkembangan tersebut memperlihatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pasar domestik dan pasar ekspor. Sejumlah subsektor industri masih menghadapi tekanan berupa persaingan produk impor, kenaikan biaya produksi, serta dinamika perdagangan global.

“Pasar ekspor tetap menjadi bagian penting bagi industri manufaktur nasional, namun kekuatan pasar domestik juga perlu terus dijaga. Dengan demikian, industri memiliki basis permintaan yang lebih berimbang dan dapat lebih adaptif menghadapi perubahan kondisi ekonomi global,” ucap Febri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....