Bapanas Usul Tambahan 150 Ribu Ton Jagung Pakan

  • 21 Agt 2026 11:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bapanas mengusulkan tambahan kuota SPHP jagung pakan sebanyak 150 ribu ton
  • Tambahan kuota ditujukan untuk memperkuat perlindungan bagi peternak mikro
  • Realisasi SPHP jagung mencapai 120,31 ribu ton hingga 18 Agustus 2026
  • Harga telur di tingkat peternak masih berada di bawah HAP pemerintah
  • Pemerintah memperpanjang penyaluran SPHP jagung hingga akhir 2026

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan tambahan kuota 150 ribu ton jagung pakan melalui program SPHP. Usulan tersebut ditujukan untuk memperkuat perlindungan bagi peternak mikro yang rentan terhadap fluktuasi harga pakan.

Usulan itu telah disampaikan Bapanas kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas. Tambahan kuota diharapkan membantu peternak memperoleh pakan dengan harga relatif wajar.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, tambahan SPHP jagung merupakan bentuk intervensi pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu peternak menghadapi kenaikan harga pakan dan menjaga harga telur.

"Beberapa waktu yang lalu Bapak Kepala Bapanas sudah mengundang seluruh asosiasi peternakan telur di Surabaya untuk memastikan bahwa pemerintah akan melakukan intervensi. Pada kesempatan tersebut sudah disepakati bahwa untuk mengendalikan harga, unlock-nya harga telur di tingkat produsen ini, Bapak Kepala Bapanas sudah memutuskan untuk menambah SPHP jagung sebanyak 150 ribu on," kata Ketut di Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026.

Program SPHP jagung pakan 2026 telah dimulai sejak awal Mei dengan total kuota 213,2 ribu ton. Kuota tersebut terdiri atas 138,65 ribu ton untuk peternak mikro, 50,37 ribu ton peternak kecil, dan 24,17 ribu ton peternak menengah.

Hingga 18 Agustus 2026, realisasi penyaluran mencapai 120,31 ribu ton. Jumlah tersebut setara 49,97 persen dari total kuota dan telah diakses peternak di 28 provinsi.

Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah peternak penerima terbanyak, mencapai 3.672 peternak. Jawa Tengah berada berikutnya dengan jumlah penerima sebanyak 2.012 peternak.

Ketut mengatakan pemerintah juga berupaya memperbaiki harga telur di tingkat peternak. Harga telur saat ini masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

"Perkembangannya di sisi produsen ini masih rendah sehingga kami sedang mengupayakan penaikan di tingkat produsen. Mungkin akan berefek pada IPH (Indeks Perkembangan Harga) nantinya. Tapi kalau kita melihat di sisi konsumen memang juga masih di bawah Rp 30.000," jelas Deputi Bapanas Ketut.

Berdasarkan pantauan Bapanas per 19 Agustus, harga telur ayam tingkat peternak mencapai Rp22.978 per kilogram. Harga tersebut 13,29 persen di bawah HAP sebesar Rp26.500 per kilogram.

Sementara itu, harga ayam broiler tingkat peternak mencapai Rp24.849 per kilogram. Harga tersebut tercatat 0,6 persen di bawah HAP.

Di tingkat konsumen, rerata harga telur ayam tercatat Rp28.097 per kilogram. Adapun rerata harga daging ayam mencapai Rp40.639 per kilogram.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah terus mengawal ketersediaan jagung bagi peternak. Amran juga menginstruksikan Bulog memperpanjang penyaluran SPHP jagung hingga akhir tahun.

“Menambah dan memperpanjang SPHP. Nah itu Bulog, tanggung jawab saya, Bulog, perpanjang sepanjang-panjangnya. Selama peternak butuh, kasih, titik, mudah, jangan ada basa-basi. SPHP Bulog kita lanjutkan sampai akhir tahun," tegas Kepala Bapanas Amran.

Bapanas menetapkan harga jagung pakan Rp5.000 per kilogram di Gudang Bulog. Sementara harga maksimal jagung pakan di tingkat peternak ditetapkan Rp5.500 per kilogram.

Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang terdaftar dalam SK Menteri Pertanian. Penyaluran ke sentra produksi juga mempertimbangkan periode panen raya serta kondisi harga jagung.

Pertimbangan tersebut diperlukan agar intervensi pemerintah tidak berdampak negatif terhadap harga jagung di tingkat petani. Pemerintah sekaligus berupaya menjaga harga pakan dan telur tetap terkendali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....