Danantara Perkuat PFII untuk Tarik Investor Internasional
- 14 Agt 2026 23:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Danantara Indonesia mendukung pengembangan PFII di Jakarta dan Bali untuk memperkuat ekosistem keuangan serta menarik investor internasional.
- Pembangunan infrastruktur PFII menjadi tahap awal, termasuk gedung dan fasilitas pendukung yang disiapkan Danantara bersama Kementerian Keuangan.
- Kepercayaan investor menjadi kunci PFII, sehingga struktur dan formatnya perlu dirancang matang sesuai standar internasional serta didukung kondisi ekonomi yang kondusif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Danantara Indonesia mendorong penguatan ekosistem keuangan melalui kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Pusat finansial tersebut direncanakan dikembangkan di Jakarta dan Bali untuk meningkatkan daya tarik investasi internasional.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan PFII telah memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Untuk tahap awal, pengembangan PFII akan dilakukan di Jakarta sebelum diperluas ke Bali.
"Memang terima kasih ini atas dari Pak Menkeu dan Pak Menko Perekonomian sudah ada di dalam Undang-Undang P2SK. Kita sekarang untuk sementara ini agar ini bisa berjalan rencananya ada di Jakarta dulu, kemudian ada di Bali," ujar Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Gedung DJP, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Rosan menjelaskan, Danantara untuk sementara akan berperan dalam pembangunan infrastruktur PFII. Infrastruktur tersebut mencakup gedung dan berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan untuk menunjang operasional pusat finansial.
"Kita sekarang sedang menyiapkan bersama-sama dengan Pak Menteri Keuangan dan sementara ini kita sebetulnya hanyalah sebagai pembangun untuk infrastrukturnya, gedung dan sarana infrastruktur lainnya," katanya.
Menurut Rosan, pembangunan PFII membutuhkan perencanaan yang matang agar mampu memenuhi standar yang diperlukan dalam pusat finansial internasional. Perencanaan tersebut juga menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan investor global dan family office terhadap PFII.
"Nah ini dia membutuhkan suatu perencanaan yang baik, yang matang. Sehingga keberadaan PFII ini benar-benar mendapatkan kepercayaan atau trust dari para investor, dari para family office," kata Rosan.
Rosan menekankan, struktur dan format PFII perlu disusun sesuai dengan standar internasional. Menurutnya, hal tersebut penting untuk memastikan PFII memiliki kredibilitas dan mampu menarik minat investor internasional.
Selain pembangunan infrastruktur, Rosan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kondisi perekonomian nasional tetap kondusif. Pemerintah, pelaku industri, akademisi, masyarakat, dan media dinilai memiliki peran dalam menciptakan iklim ekonomi yang positif.
"Untuk kesempatan ini tentunya kami mengajak semua kepentingan pemerintah, industri, akademis, masyarakat dan media. Agar kita bisa selalu menjaga ekonomi yang kondusif dan juga positif sehingga bisa memberikan dampak yang besar kepada seluruh rakyat Indonesia," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....