Calon Pembeli dari Saudi Jajaki Tekstil RI, Potensi Transaksi Rp8,26 Miliar
- 12 Agt 2026 23:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Al Nahar United Trading dari Arab Saudi melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan tekstil di Jakarta dan Bandung pada 3-6 Agustus 2026 untuk menjajaki produk tekstil Indonesia.
- Produk yang dijajaki meliputi bahan baku dan produk tekstil untuk kebutuhan produksi abaya, kerudung, dan nikab yang merupakan pakaian islami tradisional.
- Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan menilai kunjungan ini sebagai sinyal kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas dan kapabilitas manufaktur tekstil Indonesia.
RRI.CO.ID, Bandung - Buyer Arab Saudi menjajaki produk tekstil Indonesia untuk kebutuhan produksi abaya, kerudung, dan nikab. Al Nahar United Trading mengunjungi sejumlah perusahaan tekstil di Jakarta dan Bandung pada 3-6 Agustus 2026.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan kunjungan tersebut menjadi sinyal kepercayaan pasar terhadap manufaktur Indonesia. Ia menyebut calon pembeli juga dapat memeriksa langsung kualitas tekstil dan produk tekstil Indonesia.
“Kunjungan calon pembeli ke lokasi produksi merupakan tahapan penting untuk membangun kepercayaan pasar global terhadap produk-produk Indonesia. Kesempatan ini memungkinkan calon pembeli memahami kualitas produk ekspor Indonesia,” kata Puntodewi dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kunjungan Al Nahar United Trading merupakan tindak lanjut penjajakan bisnis daring yang digelar Kemendag dan ITPC Jeddah. Penjajakan bisnis tersebut mencatat potensi transaksi senilai USD411,02 ribu atau sekitar Rp8,26 miliar.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag Deden Muhammad Fajar Shiddiq menilai kunjungan tersebut menunjukkan efektivitas pendekatan business matching. Menurut Deden, pendekatan tersebut mengubah pertemuan daring menjadi penjajakan secara langsung.
“Potensi transaksi daring pada 13 Juli 2026 lalu menunjukkan produk tekstil Indonesia memiliki daya saing kuat di Timur Tengah. Kemendag akan terus memperkuat kolaborasi dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri untuk membuka lebih banyak peluang ekspor,” kata Deden.
Kepala ITPC Jeddah Bagas Haryotejo mengatakan kunjungan tersebut momentum calon pembeli untuk melihat langsung kesiapan perusahaan Indonesia. Peninjauan tersebut mencakup proses produksi, sistem pengendalian mutu, hingga kesiapan perusahaan memenuhi permintaan ekspor secara berkelanjutan.
“Kami optimis kerja sama ini akan terus berkembang. Dan membuka peluang transaksi lainnya,” kata Bagas.
General Manager Al Nahar United Trading Mohammed Thabit mengapresiasi fasilitasi Kemendag selama proses penjajakan bisnis hingga kunjungan ke Indonesia. Ia juga menyampaikan kesan positif atas kualitas produk tekstil Indonesia.
“Kami terkesan dengan kualitas produk tekstil Indonesia yang sangat baik serta harganya yang kompetitif. Kami berharap dapat terus menggunakan produk Indonesia dan membangun hubungan kerja sama jangka panjang dengan para mitra di Indonesia,” kata Mohammed.
Al Nahar United Trading merupakan perusahaan perdagangan dan manufaktur asal Arab Saudi yang telah beroperasi sejak 2007. Perusahaan tersebut mengoperasikan dua pabrik di Arab Saudi.
Salah satu perusahaan yang dikunjungi Al Nahar United Trading ialah PT Inno Jaya Tekstil di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sales and Marketing Director PT Inno Jaya Tekstil Shyam Krishna mengatakan kunjungan langsung memberi kesempatan perusahaan menunjukkan kualitas produk dan kapabilitas produksi.
“Melalui kunjungan ini, calon pembeli dapat melihat secara langsung proses produksi, standar kualitas, hingga kemampuan kami. Kami berharap, kerja sama ini dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang,” ujar Shyam.
Perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi mencapai USD1,68 miliar pada Januari-Juni 2026. Nilai tersebut terdiri atas ekspor nonmigas Indonesia sebesar USD1,02 miliar dan impor dari Arab Saudi USD665,10 juta.
Pada 2025, perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi mencapai USD3,94 miliar. Indonesia mencatat surplus perdagangan nonmigas sebesar USD1,82 miliar terhadap Arab Saudi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....