IPF Dorong Sinergi Industri untuk Atasi Tekanan di Sektor Kemasan Plastik

  • 03 Jun 2026 16:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Industri kemasan plastik menghadapi tantangan besar akibat krisis logistik, rantai pasok, dan berbagai tekanan yang terjadi secara bersamaan
  • Kolaborasi antara pemilik merek, konverter, industri hulu, dan pemerintah dinilai menjadi solusi utama menghadapi krisis
  • Pemerintah diharapkan memberikan insentif fiskal bagi industri yang memproduksi kemasan dan material berkelanjutan

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Promosi dan Kemitraan Indonesian Packaging Federation (IPF) Hari Noegroho menilai industri kemasan plastik menghadapi tantangan sangat besar saat ini. Menurutnya, krisis yang terjadi dipicu berbagai faktor dan membutuhkan langkah kolaboratif seluruh pemangku kepentingan.

Hari mengatakan industri plastik telah berulang kali menghadapi krisis yang berkaitan dengan logistik dan rantai pasok. Namun, ia menilai ekosistem industri saat ini masih belum siap menghadapi tekanan tersebut.

“Menurut saya yang sudah beberapa dekade di industri plastik ini, kita berkali-kali mengalami krisis yang terkait dengan logistik. Dengan rantai pasok dan kita belum siap, ekosistem kita ini belum siap untuk menghadapi itu,” ujarnya di pembukaan International Industrial Week di JIEXPO Kemayoran, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia menyebut krisis yang terjadi sekarang sangat luar biasa dibandingkan berbagai tantangan sebelumnya di industri. Menurutnya, kombinasi beberapa faktor yang terjadi bersamaan menjadi tantangan besar bagi pelaku usaha.

Hari menegaskan kolaborasi menjadi salah satu solusi potensial untuk menghadapi situasi yang berkembang saat ini. Ia mencontohkan pengembangan kemasan berkelanjutan dengan penggunaan material sirkular yang melibatkan berbagai pihak.

“Tentunya tidak ada jalan lain kolaborasi menjadi salah satu potensial solution. Misalnya kita bagaimana membuat packaging itu yang sustainable, menggunakan material yang circular,” kata Hari.

Menurutnya, pemilik merek perlu menetapkan spesifikasi berbasis material sirkular dan menggandeng konverter berpengalaman. Industri hulu juga diharapkan berperan memproduksi material berkelanjutan selain bahan plastik konvensional.

Ia menambahkan pemerintah diharapkan memberikan dukungan melalui kebijakan fiskal untuk mendorong produk berkelanjutan. Pemberian insentif fiskal kepada industri terkait dinilai dapat memberikan kontribusi positif bagi solusi.

“Pemerintah juga diharapkan itu bisa memberikan support dari sisi fiskal misalnya ya, dengan memberikan insentif fiskal. Industri-industri yang memproduksi produk-produk yang sustainable itu diberikan insentif, itu juga salah satu yang bisa memberikan kontribusi positif,” ucapnya.

Hari mengatakan daya beli masyarakat yang menurun membuat pemilik merek sulit menyerap kenaikan biaya. Karena itu, diperlukan sinergi kebutuhan industri, kapasitas hulu, dan pemenuhan pasar domestik sebelum ekspor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....